Netral English Netral Mandarin
03:23wib
Aparat dari satuan TNI dan Polri akan menjadi koordinator dalam pelaksanaan tracing (pelacakan) Covid-19 dalam Pemberlakuan Pembatasan Sosial Masyarakat (PPKM) yang kembali diperpanjang. Presiden Joko Widodo memberi kelonggaran selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 diperpanjang mulai 26 Juli hingga 2 Agustus 2021.
Sindir Singa Berzikir, Denny: Uang Itu Sumbernya Fitnah apalagi Pake Rekening Nama Sendiri

Kamis, 03-Juni-2021 11:25

Denny Siregar dan Ustaz Adi Hidayat
Foto : Kolase Netralnews
Denny Siregar dan Ustaz Adi Hidayat
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Denny Siregar mengaku tak mau menggalang dana bantuang dengan atas nama rekening nama sendiri. 

Ia mengaku gak tahan hujatan. Dalam hal ini, ia juga menyindir Ustaz Adi Hidayat dengan menulis tagar “singa berzikir.”

“Uang itu sumbernya fitnah. Itulah kenapa gua jarang banget bagikan permintaan donasi. Apalagi pake rekening nama sendiri. Gak tahan hujatannya.. #singaberzikir,” kata Denny Siregar sambil posting emoticon tertawa, Kamis 3 Juni 2021.

Sebelumnya diberitakan, Ustaz Adi Hidayat (UAH) sudah menyiapkan pengacara untuk melaporkan pihak yang melakukan fitnah terhadapnya terkait donasi bantuan dana untuk Palestina. 

Politikus Partai Ummat Mustofa Nahrawardaya sempat menanggapi hal itu. Ia berharap kepolisian bisa menindaklanjuti jika telah melaporkan pihak yang membuat fitnah terkait donasi bantuan dana untuk Palestina itu.

"Saya berharap, laporan UAH di-follow up Polisi. Tapi jujur saja, saya pesimis," kata Mustofa Nahrawardaya seperti dilansir SINDOnews, Senin (31/5/2021).

Mustofa Nahrawardaya memprediksi ujung dari laporan UAH nantinya. "Khusus kasus Eko, saya juga dapat menebak. Kemungkinan besar akan mirip dengan kasus Denny Siregar, Ade Armando, dan kawan-kawannya. Tulisan-tulisan Eko terkait donasi Palestina, tidak pantas dan tidak bermutu. Eko saya yakin bukan aktivis sosial terkait Palestina," tutur Mustofa.

Sehingga, Mustofa menilai narasi yang dibuat oleh Eko Kuntadhi melalui akun Twitter, @eko_kuntadhi punya motif. "Entah apa motifnya. Tetapi, tulisannya menyebabkan orang berpikir bahwa Ustadz Adi Hidayat telah menilep uang bantuan Palestina. Jangankan Eko. Saya yang sesama muslim dengan UAH saja, tidak berani menghinanya. Tak punya pikiran tilep-menilep. Karena saya tahu siapa UAH," tutur Mustofa.

Diketahui, Ustaz Adi Hidayat mampu mengumpulkan dana dari masyarakat sebesar Rp30,88 miliar. Dari jumlah itu, Rp14,35 Miliar diserahkan langsung ke Dubes Palestina di Indonesia Zuhair Al-Shun, Rp14,3 disalurkan lewat Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Rp5 miliar disalurkan untuk mendukung sarana pendidikan di Palestina.

Namun, warganet Eko Kuntadhi melalui akun Twitter, @eko_kuntadhi membuat narasi bahwa yang terkumpul sebenarnya Rp60 miliar. "Alhamdulillah. Terkumpul Rp60 M. Diserahkan Rp14 Miliar," cuit Eko pada Selasa (25/5/2021).

Ustaz Adi Hidayat sudah menyiapkan pengacara untuk melaporkan pihak yang melakukan fitnah terhadapnya terkait donasi bantuan dana untuk Palestina.

"Jangan ganggu singa yang sedang berzikir. Kalau sudah mengaum, itu akan sangat sulit untuk dihentikan," kata Adi Hidayat dalam video bertajuk "Masih Mau Audit! Ini Laporannya! yang diposting di channel YouTubenya, Sabtu 29 Mei 2021.

Adi Hidayat mengaku sudah melakukan koordinasi dengan pengacara dan pihak lainya. "Tolong jangan siapkan materai karena saya sudah banyak materai ini kepada orang-orang yang fitnah dan sebagainya. Saya sudah tempuh langkah hukum," tandasnya.

Tanpa menyebut pihak yang akan dilaporkan, Adi Hidayat mengaku sudah memiliki berbagai bukti fitnah terhadapnya. Salah satunya berupa tangkapan layar atau screenshot tulisan di laman internet.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Wahyu Praditya P