Netral English Netral Mandarin
05:24wib
Presiden Joko Widodo mengatakan, kondisi dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian dan persoalan yang lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Sistem perawatan kesehatan Singapura terancam kewalahan menghadapi lonjakan covid-19.
Singapura Dipuja-puji tapi Jumlah Kasus Covid Meledak Lagi, Tak Disangka Denny Siregar Bilang Begini

Kamis, 09-September-2021 07:32

Ilustrasi kasus Covid-19 kembali meledak di Singapura
Foto : Voa Indonesia
Ilustrasi kasus Covid-19 kembali meledak di Singapura
17

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Singapura sering dipuja dan dipuji dalam penanganan Covid-19. Namun, negara ini kembali dilanda kasus Covid-19 lagi bahkan tertinggi dalam satu tahun terakhir. 

Denny Siregar membuat cuitan unik terkait ini. 

"Gua punya tuh, teman org Indonesia yg kerja di Singapura, kalo nyinyirin pemerintah kita masalah Covid, wah sakit mata. "Contoh dong Singapura.." katanya. Dia bahkan lebih Singapura drpd org Singapura sendiri. Eh, sekarang dimana dia ya?" cuit Denny Siregar, 9 September 2021.

Untuk diketahui, Singapura mencatat rekor kasus Covid-19 lagi. Jumlah infeksi harian lokal baru, menembus 328 kasus, Selasa (7/9/2021).

Ini adalah infeksi harian tertinggi dalam lebih dari setahun. Negara kota itu kini melaporkan lebih dari 100 kasus domestik setiap hari selama dua minggu ini.

"91 kasus terkait dengan kasus sebelumnya dan telah ditempatkan dikarantina," ujar Kementerian Kesehatan Singapura MOH, disitusnya, dikutip Rabu (8/9/2021).

"52 terkait dengan kasus sebelumnya dan terdeteksi melalui pengawasan dan 185 (kasus) saat ini tidak terhubung."

Selain kasus lokal, Singapura juga melaporkan empat kasus impor. Ini menjadikan total kasus kemarin menjadi 332.

Dalam seminggu terakhir, kasus baru di masyarakat Singapura sudah meningkat dari 771 di pekan lalu menjadi 1.489. Total kasus aktif saat ini berjumlah 2.436.

Kemarin muncul kluster baru yang melibatkan sekolah Islam madrasah di wilayah Braddell Road. Di mana delapan kasus terdeteksi.

Sebelumnya MOH memang mengkhawatirkan adanya peningkatan kasus secara eksponensial di negeri itu. Ketua Gugus Tugas Covid-19 Singapura Lawrence Wong mengatakan negeri itu perlu mengambil tindakan cepat guna menekan kasus dan memperlambat penularan.

Ia berujar ketika kasus meningkat tajam akan ada lebih banyak kasus di ICU dan lebih banyak orang meninggal karena virus.Karenanya, Singapura akan meningkatkan frekuensi tes, dari setiap dua minggu sekali menjadi seminggu sekali mulai Senin depan.

Mengutip Worldometers, Singapura memiliki 69.233 kasus Covid-19 secara total sejak pandemi mewabah di 2020. Ada total 55 kematian sejak virus terdeteksi.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli