Netral English Netral Mandarin
00:42wib
Putri salah satu pendiri Microsoft, Bill Gates yakni Jennifer Gates, sudah resmi menikah dengan pacarnya. Ia menikah dengan pria muslim dari Mesir bernama Nayel Nassar. Tim bulu tangkis putri China menjadi juara Piala Uber 2020 setelah mengalahkan Jepang pada final yang berlangsung di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Minggu (17/10/2021) dini hari WIB.
Singapura Kelabakan, UGD Penuh, Pasien Muda Diminta Isoman, Netizen: Belajar dari Indonesia dong

Selasa, 21-September-2021 09:30

Ilustrasi penanganan pasien Covid-19
Foto : Warta Perawat
Ilustrasi penanganan pasien Covid-19
45

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Singapura dikabarkan mulai kelabakan karena UGD di sejumlah rumah sakit mulai penuh seiring meledaknya kasus Covid-19 di negara itu. 

Warganet di Indonesia sontak ramai berkomentar. Di akun FB Mak Lambe Turah, Selasa 21 September 2021, sejumlah netizen mengungkit mengapa Singapura anggap flu biasa tapi kini kasus meledak lagi, bahkan ada yang malah  mencontoh penanganan Covid-19 di Indonesia. 

水跟當火: “naaahhhh kan baru tau dia. kal0 k0pid itu ber bahaya. lengah dikit aja udah pada ngumpul gitu, gimana bisa ilang itu k0pid.”

Lamia Marina: “Wah bahaya bandara nih.”

Dien Novita: “Ga ingat tuh kemarin2 sombong amat hidup berdampingan dengan covid-19 dan dianggap hanya flu biasa, sekarang kenapa pake acara kelabakan segala..?”

Abbie Kresna Adhi: “Orng yg kmrn banding2in Indonesia sama negara lain...dan malah bilang negara lain lbh baik...silahkan disimak...”

Tini Jayadi: “Pelajaran utk Indonesia spy jgn krn sdh ada kelonggaran langsung bebas tdk taat prokes lagi !!!”

Akmal Ibnu Djamil: “Belajar dari Indonesia dong.”

Agayana Yudhistira: “Pintu masuk indonesia wajib diperketat nih.”

Untuk diketahui, Menteri Kesehatan Singapura, Ong Ye Kung, meminta pasien Covid-19 yang masih muda dan telah mendapatkan vaksin penuh untuk dirawat di rumah mengingat kapasitas unit gawat darurat hampir penuh.

"Ini agar tempat tidur rumah sakit, layanan UGD, sampai kepada mereka yang paling membutuhkan. Kapasitas ICU kami masih bertahan, tetapi UGD dan bangsal umum hampir penuh," ujar Ong seperti dilansir Channel NewsAsia.

"Rumah sakit dan petugas kesehatan kami tidak dapat terbebani. Pada titik ini, ini adalah tantangan terbesar MOH (Kementerian Kesehatan) dan kami melakukan yang terbaik untuk menyelesaikan ini," kata Ong melalui Facebook, dilansir The Straits Times.

Kementerian Kesehatan Singapura menyatakan, beberapa rumah sakit umum di negara itu mengalami lonjakan pasien. Lonjakan ini dipicu peningkatan jumlah pasien yang dilarikan ke UGD karena mengalami gejala infeksi pernapasan ringan.

Untuk menghindari UGD penuh, MOH menganjurkan masyarakat dengan gejala ringan untuk berobat di fasilitas perawatan masyarakat lainnya alih-alih di rumah sakit.

"Hal ini memungkinkan mereka yang menderita penyakit yang lebih parah dan yang membutuhkan perawatan mendesak untuk ditangani dengan cepat dan membantu menjaga kapasitas rumah sakit bagi mereka yang benar-benar membutuhkan perawatan di rumah sakit," demikian pernyataan MOH.

Sejak akhir Agustus lalu, Singapura mengalami lonjakan kasus positif.

Per 19 September, lebih dari 7.000 warga Singapura yang terinfeksi Covid-19, berdasarkan data Worldometers. Lonjakan ini membuat berbagai rumah sakit di negara itu penuh.

Pada Selasa (14/9), Rumah Sakit Umum Singapura menyampaikan bahwa departemen IGD-nya dipenuhi pasien. Kenaikan ini membuat rumah sakit itu memprioritaskan perawatannya pada pasien kritis.

"Jika kondisi Anda tidak kritis, silakan berobat ke dokter umum (GP) atau poliklinik," demikian pernyataan rumah sakit.

Rumah Sakit Tan Tock Seng (TTSH) juga mengalami kondisi serupa. Mereka meminta masyarakat untuk mengunjungi dokter umum atau poliklinik jika kondisi tidak darurat.

"Minggu terakhir sangat berat," kata perwakilan TTSH pada Minggu (19/9).

Rumah Sakit Khoo Teck Puat (KTPH) juga mengalami keadaan serupa. Rumah sakit ini mengalami lonjakan pasien di departemen UGD mereka.

"Prioritas diberikan kepada mereka yang sakit kritis dan waktu tunggu untuk pasien lain diperkirakan lebih lama," kata pihak KTPH.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Wahyu Praditya P