• News

  • Singkap Budaya

Lebaran, Inilah yang Khas dari Aceh, ‘Menggigit‘ Lidah Saat Pandemi

Ilustrasi rujak batok khas Aceh
foto: istimewa
Ilustrasi rujak batok khas Aceh

ACEH BESAR, NETRALNEWS.COM – Meski Pandemi COVID-19 masih melanda semua wilayah Nusantara, rasanya tak akan menghalangi menikmati kuliner khas Aceh saat merayakan Lebaran.

Apalabi, bagi Anda yang tinggal di wilayah terbebas corona dan sedang melewati wilayah Aceh Besar, jangan lewatkan makanan khas tradisi suku Aceh yang satu ini. Namanya Rujak Batok, atau Lincah U Groh, atau sering disebut juga Rujak U Groh.

Saking terkenal dan sangat disukai pemudik Lebaran, gerai rujak unik ini biasanya berjajar di sepanjang jalur Banda Aceh menuju Medan, terutama di sekitar kilometer 23,5, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, Nanggroe Aceh Darussalam.

Walaupun namanya rujak, tapi jangan samakan dengan rujak buah pada umumnya. Mengapa? Umumnya, rujak terbuat dari aneka jenis buah, tapi rujak yang satu ini terbuat dari batok kelapa.

Rasanya makyoss dan dipastikan "menggigit" lidah karena saking nikmatnya. Pemudik sangat menikmatinya karena sangat menyegarkan dan bisa mengobati rasa lelah akibat menempuh perjalanan yang jauh saat mudik.

Sambil menikmati rujak, pemudik biasanya sempatkan diri duduk-duduk menikmati pemandangan sawah yang menghampar di kanan dan di kiri jalan raya. Tetapi patut hati-hati sebab suasana sejuk dan nikmatnya rujak bisa membuat pemudik menjadi malas melanjutkan perjalanan.

Bagaimana gambaran cara pembuatan rujak khas suku Aceh ini?

Kelapa muda dikupas kulitnya hingga diperoleh batok kelapa. Kerik seluruh kulit yang menempel dan cuci bersih. Potong ukuran  sesuai selera kemudian dicampur dengan bumbu rujak khas Aceh, lengkap dengan cabai dan perasan air jeruk nipis.

Pagi pemudik yang mengendarai sepeda motor, dipastikan akan tergiur begitu melewati gerai yang berjajar di pinggir jalan. Rasa lelah akan terbayar begitu sudah menikmati bagaimana nikmatnya Rujak U Groh.

Bagi warga yang bisa melintas wilayah Aceh Besar bisa membelinya untuk menjadi cemilan dalam perjalanan. Bisa pula dibungkus sebagai oleh-oleh bagi sanak saudara di rumah.

Editor : Taat Ujianto