• News

  • Singkap Sejarah

Presiden Gus Dur Tak Marah Menunggu Hampir Sejam Karena Jas Kusut, Begini Ceritanya

Abdurrahman Wahid atau Gus Dur saat menjabat Presiden RI
Alif.id
Abdurrahman Wahid atau Gus Dur saat menjabat Presiden RI

JAKARTA, NETRALNEWS. COM - Bermula dari foto resmi presiden dan wakil presiden terpilih. Seorang Abdurrahman Wahid atau Gus Dur tak sedikit pun marah karena harus menunggu hampir satu jam karena jasnya kurang rapih dan harus disetrika dahulu. 

Cerita ini pun dituliskan lengkap oleh salah satu staf kepresidenan zaman Abdurahman Wahid atau akrab disebut Gusdur dalam akun resmi twitternya @PSambadha atau pemilik nama lengkapnya Priyo Sambadha. 

"Asal tahu aja, Presiden #GusDur itu dulu ketika mau difoto untuk foto resmi kepresidenan, beliau harus menunggu staf istana cari setrika selama 45 menit karena jas beliau kurang rapi. Dan beliau sama sekali tidak marah. Pdhal beliau Kepala Negara sekaligus Kepala Pemerintahan RI!," cuitnya di Jakarta, Rabu (8/4/2020).

Menurut cuitannya, "Jadi gini ceritanya.

Setiap kali presiden baru terpilih, salah satu agenda utama staf Istana adalah pembuatan foto resmi presiden dan wapres. Itu lho, foto-foto yg dipajang di kantor2 dan sekolahan. Biasanya di kiri dan kanan Garuda Pancasila. Foto itu produksi Istana Kepresidenan."

"Singkat kata, stlh jungkir balik persiapan selama 3 hr, akhirnya setting foto resmi presiden bisa siap.

Skenarionya, pd saatnya besok presiden datang, langsung pose lalu difoto cepret2, selesai. Stlh itu Presiden bisa sgr meninggalkan tempat untuk lakukan tugas negara lainnya," tulisnya.

Lanjut cuitannya, Maka pd esok paginya, kita semua sdh siap tempur dg persiapan yg super njelimet untuk pemotretan resmi presiden.

Stlh bbrp saat menunggu, Bapak Presiden KHm Abdurrahman Wahid tiba di tempat. Tempatnya di salah satu ruangan di Wisma Negara komplek Istana Kepresidenan.

Bapak Presiden datang didampingi para perangkat kepresidenan inti. Ada Sekretaris Presiden Ratih Hardjono, Ajudan Dinas, Walsus, Walpri dll, serta Mba @yennywahid.

Beliau sdh berjas lengkap PSL dg selusin pin2 resmi kepresidenan berkilau yg tergantung di jas warna gelap. Gagah.

Sesuai skenario, Bapak Presiden langsung dipersilahkan untuk berpose di spot yg sdh disetting slm 3 hari.

Gak pake lama, kamera polaroid langsung beraksi puluhan shutter. Cepret2 cepret2 cepret2!

Klita langsung cek hasilnya. Okekah?

Tidak!

Jas beliau tampak kurang rapi. Kusut.

Menurut cuit itu, Karena sibakan tangan2 gak ngaruh, Sespres Ratih Hardjono berkata, 'Ya udah terpaksa kita setrika dulu aja bentar'

Masuk akal. 

Tp masalahnya ada dua.

1. Yg mau disterika itu jas presiden. Masak presiden disuruh nunggu jasnya disetrika?

2. Dimana mau cari setrika di istana?

"Ingat bahwa pd saat itu staf Istana Kepresidenan belum siap benar untuk melayani sepenuhnya Presiden dan keluarga sbg penghuni istana. Karena Pak Harto dan Pak Habibie tidak tinggal di Istana. Jadi cari setrika di istana bukan perkara mudah," tulisnya. 

Lalu lanjut cuitnya, Gak pake lama, petugas protokol lari terbang cari setrika entah kemana. Wuzz!!

"Wajah Presiden Gus Dur biasa saja. Tak ada kesan jengkel sama sekali.

Setelah melepas jas, beliau duduk dan minum teh ditemani putrinya Mba Yenny.

Saya amati wajah Presiden. Saya sangat deg2an beliau marah. Sport jantung.

Bayangkan. Presiden RI, Panglima Tertinggi atas Angkatan Perang, Darat Laut dan Udara disuruh nunggu setrika!," tulisnya.

Pada akhirnya, Stlh itu 'upacara resmi' setrika jas bisa diselesaikan dengan hasil yang sempurna.

Dan tuntaslah sesi pemotretan foto resmi kepresidenan tsb dg baik.

Mulai sekarang kalo anda lihat foto resmi Presiden Gus Dur yang gagah itu, ingat cerita ini ya.

Bless you and this nation.

SEKIAN.

Terakhir, Hikmah dari cerita ini adalah :

Jangan tanya jas apa yang bisa diberikan negara kepadamu. 

Tapi apa yang bisa kamu berikan untuk bangsa ini. 

Deal ya guys?!

Reporter : PD Djuarno
Editor : Nazaruli