• News

  • Sisi Lain

Ngeri! Ada Penampakan Saat Telusuri Jejak Peranakan Tionghoa di Setu Kandang Babi

Deri, seorang indigo yang ikut penelusuran Setu Kandang Babi melihat penampakan
Netralnews/YC Kurniantoro-Tommy
Deri, seorang indigo yang ikut penelusuran Setu Kandang Babi melihat penampakan

BOGOR, NETRALNEWS.COM - Di wilayah Desa Waringin Jaya, Kecamatan Bojong Gede, terdapat satu danau alami yang cukup luas, atau biasa disebut warga setempat sebagai setu. Namanya Setu Kandang Babi.

“Disebut kandang babi, karena dulu zaman Belanda, ada peternakan babi di sini,” kata Supardi, salah seorang warga setempat kepada Netralnews beberapa waktu lalu.

Menurutnya, nama “kandang babi” diambil dari asal-usul tempat itu di mana di era Kolonial Belanda pernah ada kandang-kandang peternakan babi yang dibuat oleh warga peranakan Tionghoa yang tinggal di sekitar Bojonggede, Bogor.

“Menurut cerita lisan warga, diperkirakan, warga peranakan Tionghoa berdatangan di Bojonggede sejak sekitar tahun 1740 yakni sesudah tragedi pembantaian orang Tionghoa di Batavia,” kenang Supardi.

Mereka kemudian beranak pinak, namun sekarang lebih banyak tersebar di daerah Kemang dan Tajurhalang. “Hingga kini ada daerah yang disebut Kampung Cina di Tajur Halang,” tambahnya.

Seingat Supardi, orangtuanya pernah mengisahkan bahwa tatkala di Bogor menjadi area perkebunan karet, tak sedikit warga peranakan yang ikut menjadi mandor dan pengepul karet. Sementara lainnya bertani dan berdagang.


Lain lagi dengan apa yang dikenang oleh Maman. Warga setempat yang kini memelihara ikan tak jauh dari setu mengisahkan bahwa Setu Kandang Babi sempat bertahun-tahun tak terurus.

“Baru pada 2017 yang lalu, Pemda Bogor melakukan pengerukan dan penataan. Kini menjadi obyek wisata lokal dan tempat memancing,” terang Maman.

Sejauh Maman tahu berdasar kisah para leluhur, setu ini konon terhubung dengan Setu Kemuning dan Setu Tonjong yang juga masih di kawasan Bojong Gede.

“Ada lubang bawah tanah yang menghubungkan ketiga setu itu. Karena itu pula, air setu nggak pernah kering," lanjutnya.

Berkembang cerita di masyarakat bahwa warga kampung dilarang serakah menangkap ikan. Bahkan, bagi orang yang baik, kadang tidak perlu susah menangkap ikan. Ikan akan melompat sendiri ke orang itu, minta dimasukkan ke keranjang wadah ikan.

Maman menceritakan, pernah ada yang mendapat ikan gabus besar dan kemudian dibawa pulang. Namun orang yang mendapatkan ikan itu kesurupan. Oleh 'orang pintar' setempat, Emak Emi namanya, ikan itu harus dikembalikan. “Tidak boleh serakah. Kalau ambil ikan secukupnya saja”, katanya.

Di setu itu pula, Maman melanjutkan cerita, almarhum Emak Emi sering memandikan anak untuk diruwat. “Agar anak tumbuh sehat, biasanya dimandikan di setu,” ujarnya.

Di sebelah Setu Kandang Babi, terdapat makam wakaf Tanah Baru. Pemakaman ini cukup luas, namun makam di situ baru sekitar puluhan. Di samping pemakaman terdapat patung kuda yang dibangun sengaja menghadap ke pemakaman.

Antara pemakaman dan area perumahan dibatasi dengan tembok dan deretan pohom bambu. Di bawah pohon bambu itulah, patung kuda berdiri dengan posisi seperti sedang meringkik.

Menurut cerita Asep, warga Tanah Baru, patung kuda itu dibangun bukan tidak sengaja. Katanya, “Ya gitu, dulu ada mandor pengembang perumahan sering diganggu oleh kekuatan gaib.”

Pengerukan dan perataan lahan menjadi terkendala. Sang mandor kemudian bermimpi didatangi seseorang yang memintanya untuk mendirikan patung kuda menghadap ke pemakaman. Sejak itu, katanya, pembangunan perumahan berjalan lancar.

Pada hari Sabtu (19/10/2019), secara khusus tim Netralnews melakukan penelusuran kondisi sekitar Setu Kandang Babi. Ikut bersama tim, seorang Indigo bernama Deri.

Tak diduga, Deri mengaku melihat sosok-sosok makhluk halus yang menghuni kawasan tersebut. Berikut video penelusuran tersebut.

Editor : Taat Ujianto