• News

  • Sisi Lain

Pengakuan Keena, Pramugari Jelita yang Ditiduri Raja Hantu

Ilustrasi eksploitasi perempuan
foto: istimewa
Ilustrasi eksploitasi perempuan

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Biasa dipanggil Keena. Ia adalah seorang pramugari muda dan jelita di salah satu maskapai terkenal di dunia. Uniknya, selama 6 tahun, ia mengaku sering diganggu dan dipaksa untuk melayani para "hantu" yang bergentayangan di maskapai tersebut.

“Sebelum ditiduri, hantu-hantu itu penuh bujuk, rayu, bahkan kadang mengancam saya,” tutur Keena suatu ketika kepada seorang awak media yang ia percaya bisa membantu membongkar kasus yang membelitnya.

Suatu malam, usai pulang kerja, Keena berniat bergegas mandi air hangat di apartemennya yang berada di Ibu Kota Jakarta. Namun, saat akan menuju kamar mandi, tiba-tiba pandangan mata Keena terarah kepada sebuah obyek pesan singkat yang melekat pada layar androidnya.

Ia ingin cuek namun di layar itu tertulis “Jika kamu tolak, kamu akan masuk daftar pemecatan”. Leher Keena tercekat. Bayangan asyik mandi di bawah guyuran air hangat menghilang dan diganti rasa perih yang menusuk ulu hati. 

Hantu-hantu itu mulanya tawarkan bonus, fasilitas spesial bila mau ikuti permintaannya. Keena menyesal tak sungguh-sungguh berdoa dan melawan gerayangan para hantu. Ia merasa terjerumus dalam pelukan para hantu.

Mulanya Keena menikmati fasilitas dan bonus yang memanjakan kehidupan pribadinya. Melayani para hantu juga membuatnya bisa membelikan rumah yang layak bagi mamanya yang tinggal di Kota Malang, Jawa Timur.

Ia bisa menyekolahkan dua adiknya yang masih mengenyam bangku SMA dan kuliah semester 5. Ia merasa bangga menjadi tulang punggung keluarga sejak ayahnya meninggal 10 tahun silam.

Namun, rasa perih sering muncul ketika malam tiba. Saat seorang diri ingin memasuki alam tidur, suara lirih di sudut hatinya mengatakan, “Kamu salah jalan, Keena. Jangan teruskan! Ingat pertanggungjawabanmu kepada Tuhan.” Air mata Keena pun segera mengucur deras.

Keena ingin bahagia dunia dan akhirat. Ia ingin bisa memanjakan ibu dan adik-adiknya. Dari bonus para hantu, di satu sisi menjawab keinginannya. Di sisi lain, ia merasa terperosok dalam sistem korup di tempat kerjanya.

Ia suatu ketika diarahkan para hantu untuk melayani raja-raja hantu. Semalaman ia melayani semua keinginan raja hantu di istananya yang semua serba mewah. Kala itu rasanya ikhlas menjalaninya. Ia malah menikmati pekerjaan sampingan itu.

Keena, Sang Pramugari jelita justru semakin terkenal karena bersedia melayani para hantu. Ia menjadi primadona para raja hantu yang kebetulan sedang menaiki pesawat menuju tempat dinasnya. Dalam perjalanan mereka, Keena selalu dicari-cari untuk sekadar menemani di pesawat.

“Pernah suatu malam, saya seperti melayang dan mau diajak tidur oleh sosok hantu hitam pekat besar. Mungkin itu yang namanya genderuwo. Saya ditindih sepanjang pesawat mengudara,” tutur Keena.

Saat terbangun Keena terengah-engah. Ia tak takut karena hantu semacam itu muncul sewaktu-waktu. Hanya kali ini, wujudnya jauh lebih mengerikan.

Usai mendarat dan pulang ke Apartemennya, ia terpana. Ada kurir datang mengantar bingkisan menuju ruanganya. Isinya bermacam-macam mulai dari pakaian mewah hingga perhiasan mahal. Di sudut bungkusan besar itu tertulis nama pengirimnya, “Mr Genderuwo”.

Bulu kuduk Keena langsung berdiri. Ia terjatuh di sudut sofa. Sang kurir sampai bingung dan salah tingkah karena Keena yang berpakaian seksi itu jatuh terlentang seolah ingin menggoda dan menguji keimanan sang kurir.

Sang kurir akhirnya meninggalkan ruangan Keena setelah mendapatkan uang saku dari Keena yang meminta maaf karena sempat terjatuh gara-gara terkejut dengan semua barang mewah yang ia antar.

Keena segera membenahi bingkisan itu. Namun, ia mendadak terhenyak. Pada cermin di samping kanan tempat ia berdiri, tiba-tiba muncul penampakan sosok tua dengan kulit serba berkeriput.

Keena sangat hafal dengan wajah itu, tetapi bukankah Ia sudah meninggal sepuluh tahun yang lalu?

Mata nanar Keena menyelidik dan menggerayangi seluruh sudut ruangan. Tak ada siapapun tapi bayangan mengapa ada sosok di cermin itu begitu jelas dan masih terlihat tegak berdiri. Sekali lagi Keena mengamatinya. Benar. Itu sosok mendiang ayahnya.

Tiba-tiba telinga Keena mendengar bisikan, “Keena, ingat jalan pulang! Ingat jalan pulang! Jangan jauh-jauh kamu pergi!”

Keena menggigil. Suara itu jelas suara ayahnya. Mendadak pandangannya berkunang-kunang. Perutnya mual dan kepala pusing tujuh keliling.  Enam tahun ia pergi jauh bersama para hantu sementara ia pun takut kena PHK jika menjauhi para hantu.

Kini ayahnya yang sudah meninggal mengapa tiba-tiba datang dan memintanya jangan pergi jauh-jauh? Tak kuat menahan pikir, Keena pun pingsan di kamarnya.

Catatan: Kisah ini dinarasikan ulang berdasar pengakuan Keena (nama samaran), seorang mantan pramugari.

Editor : Taat Ujianto