• News

  • Sisi Lain

Viral! Ada Penampakan Hantu Wanita Bergaun Merah di Bekas Gereja, Jakbar

Museum Wayang di Jakarta Barat
foto: wikipedia
Museum Wayang di Jakarta Barat

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Siapa sangka, di bangunan cagar budaya sangat bersejarah ini, ada sejumlah penampakan yang nyata dialami oleh sejumlah saksi. Bangunan ini mungkin sudah tak asing bagi warga Jakarta, yakni Museum Wayang di di Jalan Pintu Besar Utara Nomor 27, Jakarta Barat. 

Bangunan yang unik dan kini memiliki koleksi ragam jenis wayang ini ternyata sudah mengalami renovasi berulang kalu. Namun, yang penting dicatat, saat dibangun tahun 1640, sebenarnya berfungsi sebagai gereja.

Nama gereja itu adalah De Oude Hollandsche Kerk (Gereja Lama Belanda). Renovasi pertama dilakukan pada 1732 kemudian namanya diubah lagi menjadi De Nieuwe Hollandse Kerk (Gereja Baru Belanda).

Pada 1808 bangunan ini sempat hancur akibat gempa bumi. Namun, kemudian dibangun lagi di atas bekas reruntuhan. Pada 13 Agustus 1975, bangunan ini kemudian diubahfungsikan menjadi museum wayang. Hanya saja, jejak dan nuansa gereja kuno masih tetap terasa.

Berdasar penelusuran Netralnews, ada kisah aneh tapi nyata terjadi di tempat ini. Saksi mengaku pernah melihat penampakan sosok-sosok misterius di dalam ruangan museum.

Hanya saja, saksi ini justru menganggap bahwa sosok hantu ini tidak mengganggu dan justru menjadi penjaga museum. Namun, di mata teman-temannya, sosok itu dianggap mengganggu.

Salah satu penampakan yang sempat viral menjadi buah bibir warga sekitar dan seluruh karyawan museum beberapa waktu silam adalah penampakan sosok wanita bergaun merah. Pasalnya, seorang penjaga mendadak mengaku melihat langsung penampakan sosok tersebut.

Menurut penjaga tersebut, penampakan berlangsung saat ia jaga malam dan terjadi di pintu masuk menuju pintu toilet dan kemudian menghilang secara tiba-tiba.

“Iya, saya pernah ditemui oleh sosok wanita bergaun merah yang berada tepat di depan pintu masuk museum. Saat itu saya sedang tugas kontrol malam,” kata penjaga museum yang mengaku bernama Abah Surip (54) kepada Netralnews.com.

“Kejadiannya belum larut malam, masih sore sebenarnya. Kan usai museum ditutup, semua karyawan sudah pulang, saya rapikan semua koleksi museum. Lalu saya sendirian duduk di ruang depan sebentar dan keliling lagi, nah sekitar jam 20.00, tiba-tiba saya melihat wanita mengenakan gaun merah berjalan ke arah toilet. Saat itu saya langsung merinding,” kata Surip.

Menurut Surip, di gedung itu memang banyak sekali hantu atau roh halus yang menghuninya. Tidak hanya sosok wanita bergaun merah, ada banyak jenis penampakan mulai dari penampakan sosok anak-anak hingga wayang bergerak sendiri.

“Terkadang ada suara seperti memanggil-manggil dari dalam ruangan. Di sini kan suara agak menggema. Lebih sering sih, suara perempuan memanggil nama penjaga tapi saat didatangi tak ada siapa-siapa,” lanjut Surip.

Yang paling menegangkan, suatu kali, ada teman Surip mengalami kesurupan saat berjaga di museum. Seperti dituturkannya, temannya itu sampai susah payah disembuhkan.

“Waktu itu ada suara perempuan memanggil-manggil namanya. Nah, mungkin karena tidak kuat, dia akhirnya dirasukin roh itu. Ya kasihan dia, sampai kami harus panggil seorang ustad baru sembuh. Kerasukannya menggeram-geram dan badan kaku,” tutur Surip.

Anehnya, penjaga malam yang sering melihat penampakan biasanya adalah penjaga malam yang sudah bertugas di museum itu lebih dari enam bulan.

“Kalau belum enam bulan, tak pernah alami hal yang aneh-aneh. Seolah roh penunggu sini seperti belum mengenalnya. Namun kalau sudah bekerja lebih dari enam bulan, baru tuh mulai melihat penampakan-penampakan aneh,” kata Surip.

Satu lagi, masih menurut Surip, katanya suatu kali pernah ada seorang ibu pengunjung museum, datang kembali ke museum karena mengaku anaknya “ditempel” roh penunggu museum.

“Ia dan anaknya berkunjung. Saat pulang, anaknya kesurupan. Oleh ustad yang ia datangkan, katanya anaknya kerasukan roh perempuan penunggu museum, makanya ia diminta kembali lagi untuk menuang air suci dari Pak Ustad di ruang museum,” lanjut Surip.

“Usai mencipratkan air pemberian ustad di ruangan museum, katanya anaknya langsung sembuh,” pungkas Surip.

Editor : Taat Ujianto