• News

  • Sisi Lain

Sebelum Tahun Baru 2020, Chandri (CW) Sudah Diberi Penglihatan Banjir Besar

Chandri Widharta saat mengisahkan penglihatan banjir besar sebelum malam tahun baru 2020
foto: istimewa
Chandri Widharta saat mengisahkan penglihatan banjir besar sebelum malam tahun baru 2020

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Chandri Widharta (CW) atau biasa disebut-sebut media massa sebagai Nenek Chandri, sebelum malam tahun baru 2020  pernah mengungkapkan kepada Netralnews bahwa ia mengalami penglihatan akan ada banjir besar melanda sejumlah daerah.

“Saya melihat banjir besar menerjang dan saya membelah terjangan air untuk melindungi anak-anak asuh saya,” tutur CW beberapa waktu silam.

Sebenarnya Netralnews pernah meminta izin mempublikasikan apa yang ia lihat (penglihatan spiritual) namun kala itu, ia belum berkenan. “Saya tidak mau disebut hanya pencitraan,” kata Chandri.

Ternyata, apa yang ia lihat benar terjadi. Padahal malam tahun baru itu, ia sepanjang malam hingga pagi hari keliling Jakarta di tengah hujan deras untuk membagikan bingkisan Natal dan Tahun Baru bagi masyarakat yang membutuhkan (miskin).

“Hingga pagi saya keliling membagikan bingkisan untuk warga miskin di Jakarta mulai dari pemulung, pekerja malam, hingga sejumlah petugas sekuriti,” tutur Chandri kepada Netralnews, Jumat (3/1/2020).

Baca juga:

Chandri Buktikan Bukan Penjual Organ Anak, Ombudsman: Ada Maladministrasi

Kasus Chandri Widharta, Saksi Kunci Menyangkal Semua yang Dituduhkan ke CW

22 Bulan Nenek Chandri Difitnah Jual Organ, Polisi Akhirnya Hentikan Penyidikan

Terbukti Difitnah, Chandri (CW) Sayangkan Media yang Sebut Habiskan 12 M di Hotel

Kebiasaan membagi rezeki bukan ini kali saja dilakukannya. Bisa dikatakan, setiap Natal dan Tahun Baru, ia melakukan hal yang sama. Alasannya pun cukup mengejutkan.

“Tuhan Yesus itu tidak suka dirayakan dengan pesta. Natal semestinya menjadi kesempatan untuk berbagi kepada orang miskin dan lemah. Bukan pesta pora,” kata Chandri.

Pada Tahun Baru 2020 ini, momen melewati detik-detik tahun baru justru ia lewati di satu rumah sakit di Jakarta Pusat bersama anak-anak asuhnya. Setelah itu, ia kembali melanjutkan kegiatan berbagi bingkisan hingga pagi hari, saat banjir telah mengepung Jakarta.

“Saat banjir makin tinggi, saya sudah ada di penginapan bersama anak-anak. Penglihatan yang diberikan kepada saya oleh Tuhan sebelumnya ternyata terbukti,” kata Chandri.

Untuk diketahui, bagi orang dekat dan pernah mendapatkan bantuan penyembuhan oleh Chandri Widharta, penglihatan yang dialami Chandri sebenarnya bukan hal asing dan memang berulangkali terjadi. Percaya atau tidak, itu bagian dari berkah dan tugas unik dari Tuhan untuk ia jalankan.

Selain itu, tak sedikit orang yang dibantu oleh Chandri tanpa dipungut biaya. Beberapa di antara mereka kemudian ada yang memberikan sesuatu kepada Chandri, di antaranya adalah voucher untuk tinggal di hotel.

Baca juga:

Chandri Buktikan Bukan Penjual Organ Anak, Ombudsman: Ada Maladministrasi

Kasus Chandri Widharta, Saksi Kunci Menyangkal Semua yang Dituduhkan ke CW

22 Bulan Nenek Chandri Difitnah Jual Organ, Polisi Akhirnya Hentikan Penyidikan

Terbukti Difitnah, Chandri (CW) Sayangkan Media yang Sebut Habiskan 12 M di Hotel

“Banjir bagi saya menjadi trauma tersendiri. Sebelum tahun 2007, saya tinggal di rumah Benhil. Namun karena banjir besar, saya harus mengungsi. Oleh kebaikan pihak tertentu yang memberikan voucher, saya akhirnya tinggal di hotel. Selain menghindari banjir, juga paling aman menurut saya,” katanya.

Soal keamanan, Chandri ternyata memiliki kenangan buruk lainnya. Saat tinggal di rumah Benhil, ia juga pernah menjadi korban perampokan.

"Waktu banjir Tahun 2007 kami di dalam rumah, baru tidur, keluar sudah seleher. Kalau banjir di tahun 2020 ini hampir sama, sudah sepundak. Apa bantuan pemerintah setelah bikin Oma abis-abisan 22 bulan difitnah gini oleh oknum yang sampai sekarang masih belum puas?" keluh Chandri.

“Di awal tahun 2020 ini, banjir kembali menerjang rumah saya di Benhil. Rumah saya dekat kali, jadi banjir ini juga menjadi bukti mengapa saya kemudian memilih tinggal di hotel. Tapi bukan seperti fitnah yang dituduhkan selama ini kepada saya,” lanjut Chandri.

Kodisi rumah Chandri di Benhil akibat kebanjiran 1 Januari 2020

Untuk diketahui, nama Chandri Widharta pernah viral di sejumlah media karena pada 18 Februari 2018, ia dituduh melakukan penganiayaan dan penjualan organ. Kasus tersebut sempat berlarut-larut  hingga 28 November 2019, kasusnya dihentikan (SP3) oleh kepolisian karena kurang bukti.

Selain itu, ia berulangkali di sebut-sebut sebagai nenek aneh yang telah menghabiskan 12 milyar dengan tinggal di hotel.

“Hal-hal itulah yang selama 22 bulan membuat citra buruk bagi saya. Sekarang, setelah ada SP3, semua itu membuktikan bahwa saya adalah korban dari pihak-pihak yang tak bertanggung-jawab dan sembrono menuduh saya,” pungkas Chandri.

 

Editor : Taat Ujianto