• News

  • Sisi Lain

Ngeri! Mudik lalu Jadi ODP di Kampung Malah Diganggu Penampakan Sosok Bayi

Penemuan tulang belulang di penambangan pasir Desa Wonotirto, Kebumen
Humas Polres Kebumen
Penemuan tulang belulang di penambangan pasir Desa Wonotirto, Kebumen

KEBUMEN, NETRALNEWS.COM – Kisah berselubung misteri tiba-tiba menyeruak di tengah wabah corona. Seorang lelaki muda dengan panggilan Andre (34) pulang kampung, mencuri start larangan mudik malah menjumpai kejadian mistis.

“Sudah 12 hari saya di kampung, sebelum ramai larangan mudik dan PSBB itu. Mau gimana lagi, jualan nasi goreng di Jakarta jadi tak laku, dari pada biaya hidup makin berat, saya putuskan mudik,” katanya kepada Netralnews, Minggu (12/4/2020).

Andre yang di Jakarta seharai-hari berjualan nasi goreng dengan gerobak, setelah mudik, wajib mengikuti ketentuan yang diberlakukan pemerintah Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

“Begitu mudik, sampai di rumah diminta aparat untuk lapor ke puskesmas. Saya masuk daftar Orang Dalam Pemantauan, ODP. Wajib jalani isolasi mandiri di rumah. Ya sudah, saya turuti semua kententuan itu,” tuturnya.

Namun entah mengapa, sepanjang di rumah mendiang kedua orangtuanya yang sudah meninggal, ia diganggu oleh penampakan sesosok bayi yang menangis di malam hari.

“Di kampung, saya tinggal di rumah mendiang bapak ibu saya. Biasanya ditinggali kakak saya namun karena saya jadi ODP, kakak saya pindah sementara ke rumah saudara saya,” katanya.

“Nah, beberapa malam, saya terus diganggu suara bayi menangis di malam hari. Padahal, tak ada warga terdekat yang memiliki bayi. Di hari ketiga, saya beranikan pastikan asal suara itu, ternyata bersumber dari kuburan dekat rumah saya,” imbuh Andre.

Andre yang masih menjalani ODP, mulanya takut, namun pelan-pelan beranikan diri menghadapi semua fenomena aneh itu.

“Hari keempat, saya sempat melihat seperti ada anak kecil, sekitar satu tahun jalan tertatih-tatih melewati samping rumah. Bajunya putih. Kejadian sekitar pukul 23.00. Nggak mungkin bayi keluyuran, kan?” tanya Andre heran.

Andre beranikan dekati penampakan sosok itu, namun ia mengaku sosok itu hilang dari pandangannya.

“Mau saya dekati, kalau benar anak kecil, biar saya cari tahu orangtuanya. Hanya kemudian menghilang. Badan saya langsung merinding. Ya sudah, saya kembali ke dalam rumah dan berdoa,” katanya.

Hari keenam dan seterusnya, Adre rajin bacakan doa khusus untuk siapapun atau apapun yang mengganggu dirinya selama ODP. Sejak itu, ia mengaku tidak diganggu lagi.

“Nggak tahu sebenarnya sosok apa yang saya lihat. Yang pasti, setelah tiga hari setiap malam saya bacakan Surat Yasin, penampakan sosok bayi itu kemudian tak muncul lagi,” tuturnya.

Andre sempat menanyakan ke saudaranya lewat Whatsapp. Apakah di kuburan ada bayi yang beru meninggal? Jawabannya tak ada. Namun, ada satu informasi unik ia dapatkan.

Tahun 2016, di kampungnya, pernah hampir tiap malam mendengar suara tangisan bayi yang bersumber dari dalam kuburan di dekat rumahnya.

Kejadian itu sempat menggemparkan dan menjadi pembicaraan di media sosial. Bahkan Kapolres Kebumen AKBP Alpen sempat ambil tindakan dan memastikan apa yang sebenarnya terjadi.

Kehebohan itu terkait  pula dengan informasi penemuan tulang belulang manusia oleh penambang pasir di desa tersebut. Dalam aktifitas penambangan pasir telah ditemukan kerangka manusia.

Kerangka itu tanpa kepala dan masih terbungkus kain mori.

Penemuan tulang belulang itu terjadi pada hari Jumat 7 Oktober 2016 pagi. Saat itu penambang pasir sedang mengayak pasir dan menemukan 15 tulang kecil-kecil yang diperkirakan tulang anak anak.

Setelah berkordinasi dengan perangkat desa dan Kepala desa Wonotirto, para penambang akhirnya menguburkan tulang itu di pekarangan dekat lokasi penambangan.

Namun kejanggalan setelah itu pun mulai muncul. Kasubbaghumas Polres Kebumen AKP Willy Budiyanto menuturkan, banyak warga di dekat kuburan kerangka itu mengaku dihantui suara tangis bayi setiap malamnya.

Akibat kejadian itu, akhirnya makam kerangka anak-anak itu pun dipindah ke TPU di desa tersebut, yakni desa Wonotirto, Kebumen.

Polisi pun melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan, kemungkinan adalah bahwa kerangka manusia yang terpisah karena proyek pelebaran jalan di makam desa Kalibening. Pelebaran jalan menggunakan alat berat dan tanahnya dibuang ke sungai.

Kalau dilihat dari aliran sungainya, kerangka itu hanyut dan terbawa hingga ke desa Wonotirtao dan akhirnya ditemukan penambang pasir.

Hanya yang masih menjadi pertanyaan Andre, apakah sosok yang ia lihat adalah roh dari kerangka anak kecil yang sudah dipindahkan tersebut? “Saya tak bisa menjawabnya,” pungkas Andre.

Editor : Taat Ujianto