• News

  • Sisi Lain

Mengintip Monster Laut Raksasa di Indonesia Bagian Timur

Indahnya wisata religi di Ujung Tanjung Bunga, NTT
foto: okezone
Indahnya wisata religi di Ujung Tanjung Bunga, NTT

KUPANG, NETRALNEWS.COM - Di wilayah bagian Indonesia Timur, selain terdapat budaya, etnis, budaya, keindahan alam yang memukau, juga menyimpan kisah misteri yang unik tiada taranya di dunia. Wilayah yang dimaksud tepatnya berada di bagian paling Timur Pulau Flores.

Keindahan memukau daerah ini tercermin dalam panorama alam di Tanjung Bunga. Di sanaterdapat karang di tengah laut berbentuk seperti payung. Di tempat ini juga terdapat pusat penggalian dan penelitian tulang manusia di Paihaka.

Banyak pengunjung berdatangan ke tempat ini. Biasanya mereka ingin menikmati saat matahari tenggelam (sunset).

Di tempat ini juga menyajikan air terjun Tenga Dora yang tak kalah menarik. Berikutnya, terdapat pula surga bawah laut di Teluk Kelambu.

Tak jauh dari sana, bagi kalian yang menyukai suasana religiositas bisa mengunjungi Sanctuary Suci-Lamanabi atau biasa dikenal sebagai Biara Suci para rahib Katolik, yang persisnya beralamat di desa Lamanabi, Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).  

Terlepas dari panorama alam yang indah, ternyata di kawasan ini terdapat mitos misteri mengerikan. Hal ini berawal dari seringnya ditemukan gurita raksasa. Binatang ini sering terlihat di saat matahari hendak terbenam.

Bahkan, masyarakat setempat percaya bahwa di lokasi ini ada gurita raksasa dengan jari-jari lebih besar dari batang pohon kelapa. Maka dapat dibayangkan betapa besar raksasa laut itu.

Para pelaut di Flores selalu merasa ngeri dengan makhluk tersebut. Membayangkan saja bisa membuat bulu kuduk berdiri. Apalagi bila menjumpainya secara langsung. Bisa-bisa tubuh mendadak gemetaran.

Ada sebagian warga yang berpendapat bahwa makhluk itu memiliki kekuatan gaib. Aura mistis bisa memancar dari tubuh gurita raksasa itu.

Karena keberadaan makhluk itu, Tanjung Bunga dipercaya menjadi tempat yang terkenal angker. Tempat ini mengingatkan bahwa manusia bukanlah makhluk yang paling hebat.

Bagi pengunjung yang belum terbiasa menyusuri Tanjung Bunga, jangan coba-coba berperilaku angkuh, sombong, atau takabur. Keangkuhan yang dibawa-bawa ke tempat itu bisa mendatangkan celaka.

Para sesepuh di daerah sekitar Tanjung Bunga percaya bahwa gurita raksasa itu merupakan pelindung dan penjaga kawasan Timur Pulau Flores. Makhluk itu adalah simbol roh pelindung kawasan itu.

Salah satu bukti bahwa kawasan Tanjung Bunga yang eksotis namun memiliki tingkat keangkeran yang tinggi adalah sering terjadi peristiwa kecelakaan kapal saat melintasi kawasan itu.

Kecelakaan terjadi bisa disebabkan oleh ombak atau gelombang tinggi. Namun, ada juga kepercayaan yang  menganggap kecelakaan kapal akibat ditenggelamkan oleh gurita raksasa yang menghuni kawasan itu. Benar tidaknya, masih dibutuhkan suatu penelitian ilmiah.

Dalam cerita rakyat Flores, di lautan Pasifik, konon ada jenis gurita raksasa yang telah diidentifikasi secara ilmiah dengan nama Enteroctopus. Panjang gurita jenis mencapai lima sampai sembilan meter, bahkan bisa lebih.

Berat gurita mencapai 100 kg. Tetapi konon, ada lagi gurita raksasa sebesar gunung yang bisa menenggelamkan kapal dengan tentakel-tentakel raksasanya.

Sehingga tak heran apabila gurita raksasa itu kerap digambarkan sebagai monster laut yang mengerikan. Hingga kini, para ahli masih dibuat penasaran dengan legenda keberadaan monster laut yang misterius ini.

Para ahli purbakala mengenal bahwa konon dahulu kala ada makhluk laut bernama kraken, lusca, akkorokamui, dan sebagainya yang tak lain merupakan gurita raksasa. Nama Latin untuk jenis gurita raksasa yang belum teridentifikasi tersebut adalah Octopus gigantheus.

Dalam cerita legenda masyarakat pantai di Norwegia, kraken digambarkan mampu menyerang kapal. Dengan tentakel raksasanya, monster laut ini mampu  menggulung kapal dan menariknya ke dasar laut. 

Dalam buku Natural History of Norway (1752), Erik Ludvigsen Pontopiddan menyebut kraken sebagai monster laut terbesar. Tubuhnya sebesar pulau yang mengapung dengan tentakel-tentakelnya yang sangat besar dan panjang.

Gerakan kraken yang gesit saat menyelam bisa menimbulkan ombak yang besar dan pusaran air yang bisa menenggelamkan kapal.

Namun yang mengherankan, meskipun monster ini sangat berbahaya, banyak ikan suka hidup di dekat kraken. Oleh karena itu, nelayan di Norwegia sering berlayar mendekati kraken demi mendapatkan ikan yang banyak.

Selama tidak merasa terganggu, kraken akan membiarkan para nelayan menjala ikan di dekatnya. Namun, kalau ia merasa terganggu, misalnya nelayan menangkap ikan dengan cara meledakkan bom, maka kraken akan mengamuk dan tak segan untuk menenggelamkan kapal.

Jadi, bagi masyarakat yang mendiami daerah paling ujung Timur Pulau Flores, meski merasa seram dengan keberadaan gurita raksasa di pantai mereka, namun mereka merasa nyaman tinggal di pantai tersebut karena yakin bahwa gurita raksasa itu bisa mendatangkan berkah selama tidak diganggu.

Editor : Taat Ujianto
Sumber : dari berbagai sumber