• News

  • Sisi Lain

Viral di Ngawi! Makhluk Gaib Pindahkan Rumah Hanya Semalam, Terkait Roro Jonggrang?

Rumah di Ngawi yang diklaim dipindahkan satu orang dalam satu malam.
foto: solopos.com
Rumah di Ngawi yang diklaim dipindahkan satu orang dalam satu malam.

NGAWI, NETRALNEWS.COM - Masyarakat Jawa memang unik. Dalam memahami suatu fakta, tak jarang penuh simbol, mitos, bahkan kadang menggunakan unsur-unsur berbau takhayul.

Fenomena memahami sesuatu dengan pendekatan seperti itu, hingga sekarang pun belum pudar. Hal ini bisa ditengok dalam memahami tentang bagaimana asal mula Candi Prambanan dibentuk

Begitu membahas Candi Prambanan maka orang Jawa tak akan bisa lepas dari kisah Roro Jonggrang dengan Bandung Bondowoso.

Kala itu, Bandung Bondowoso diharuskan membangun 1.000 candi. Roro Jonggrang juga meminta pembangunan dilakukan dalam waktu satu malam sebagai syarat untuk menikahinya.

Akan tetapi, Bandung Bondowoso tidak bisa memenuhi permintaan Roro Jonggrang, karena fajar sudah terlanjur datang.

Rupanya, Roro Jonggranglah yang telah menggagalkan usaha Bandung Bondowoso dengan membuat seolah-olah fajar telah tiba.

Bandung Bondowoso yang mengetahui hal tersebut lantas murka pada Roro Jonggrang. Kemudian, ia mengutuk Roro Jonggrang menjadi arca di Candi Prambanan, yang saat ini masih bisa dilihat.

Kisah itu pun berlanjut hingga kini. Setiap pasangan kekasih dilarang berkunjung ke Candi Prambanan karena konon bisa membuat putus atau tak langgeng. Maka, muncul larangan tak tertulis, sepasang kekasih dilarang berkunjung.

Viral di Ngawi

Kisah bagaimana membangun candi Prambanan dalam semalam ternyata bukan mengada-ada. Baru-baru ini, di daerah Ngawi heboh tentang rumah yang dibangun semalam dengan dibantu makhluk gaib.

Dilansir dari harianjogja.com, seorang pria paruh baya bernama Giman, warga Desa Mengger, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Ngawi, membuat gempar masyarakat setempat setelah mengaku memindahkan rumah miliknya seorang diri.

Giman hanya membutuhkan waktu sekitar satu setengah jam untuk memindahkan rumahnya tersebut. Tetangga-tetangganya menganggap Giman dibantu makhluk gaib atau jin untuk memindahkan rumahnya tersebut.

Giman memindahkan rumahnya  pada Kamis (25/6/2020) malam. Namun, aksi berbau mistis itu baru diketahui masyarakat desa setempat beberapa hari setelahnya.

Kepada wartawan, Giman bercerita dirinya hanya seorang diri dalam memindahkan rumah. Tidak ada orang yang mengetahui aktivitasnya itu. Karena Giman memindah rumahnya tersebut pada tengah malam.

Rumah bergaya limasan yang memiliki 20 tiang itu bahkan hanya membutuhkan waktu satu setengah jam saja untuk pindah tempat. Padahal, biasanya rumah dengan bentuk limasan tersebut membutuhkan tenaga sekitar 40 sampai 50 orang untuk mengangkat dan memimdahkannya.

"Saya yang memindahkannya sendiri. Tidak ada orang yang membantu. Saya sendirian," kata Giman di rumah orang tuannya, Kamis (9/7/2020).

Rumah tersebut memiliki dua bagian yakni bagian depan dan bagian belakang. Kemudian, Giman ini memindah rumah tersebut dan mengangkatnya hingga setinggi 130 cm. Sehingga saat ini rumah tersebut memiliki ketinggian yang berbeda. Bagian depan rumahnya masih seperti sebelumnya, sedangkan bagian belakang sudah terangkat dan lebih tinggi.

Pria berusia 47 tahun itu mengaku bisa memindah rumah tersebut karena dengan kekuatan spiritual. Sebelum memindah rumah tersebut, ia bermeditasi di dalam rumah.

Setelah itu, ia berimajinasi ada puluhan orang yang membantu mengangkat rumah tersebut hingga naik setinggi 130 cm. Sehingga saat mengangkat hanya membutuhkan waktu yang relatif singkat.

"Saya hanya membayangkan ada puluhan orang yang membantu saya. Jadi saya hanya mengomando," ujar dia.

Nah, menyimak kisah tentang Giman bila dikaitkan dengan kisah asam mula Candi Prambaan, muncul pertanyaan nyleneh. Boleh dijawab, boleh juga tidak.

Jangan-jangan sosok Giman adalah titisan Bandung Bondowoso? Jangan-jangan, ia sedang terkenang dan mencari sosok Roro Jonggrang?

Editor : Taat Ujianto