• News

  • Sisi Lain

Mutilasi di Kalibata City, Terkait dengan Hantu Sejoli Penunggu Apartemen?

 Apartemen Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan
Foto: Kumparan
Apartemen Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kasus penemuan jasad pria dimutilasi di Apartemen Kalibata City hebohkan jagad media sosial. Korban bernama Rinaldi Harley Wismanu (33). Jasad ditemukan di lantai 16 Tower Ebony Apartemen Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan, sementara TKP mutilasi dilakukan di di apartemen Pasar Baru, Jakpus.

Jasad kemudian dibawa ke Apartemen Kalibata City dan rencananya akan dikuburkan di Depok untuk menghilangkan jejak. Namun, rencana mereka terbongkar karena pelaku keburu diciduk aparat.

Berdasarkan hasil penyidikan Polda Metro Jaya diketahui bahwa motif ekonomi menjadi pemicu pembunuhan yang disertai mutilasi.

"Motif ingin menguasai harta milik korban," Kapolda Metro Jaya Irjen Polisi Nana Sudjana dalam konferensi pers di Mako Polda Metro Jaya, Kamis (17/9/2020).

Dua pelaku mutilasi yakni seorang pria berinisial DAF (26) dan perempuan yang menjadi kekasih DAF berinisial LAS (27) telah diciduk aparat.

"Untuk modus operandi adalah mereka berkenalan dan mereka mengetahui korban mengetahui memiliki finansial dan berencana menghabisi korban dan mengambil barang-barang korban," katanya.

Tersangka LAS mengajak korban untuk menyewa sebuah apartemen di Jakarta Pusat. Di apartemen itulah DAF dan LAS menghabisi dan memutilasi korban.

"Kasus ini terungkap dari laporan polisi orang hilang, setelah keluarga tidak bisa berkomunikasi dengan korban," ujarnya.

Korban Rinaldi Harley Wismanu dilaporkan hilang ke Polda Metro Jaya pada 12 September 2020.

Terkenal angker

Di balik kasus mutilasi tersebut, ternyata ada warga asli Kalibata yang berpendapat bahwa kasus tindak mutilasi erat kaitannya dengan mitos tentang kekuatan kegelapan yang sering menghantui dan menyesatkan manusia yang tinggal di area sekitar Kalibata City.

Meski sudah berwujud kota, terang benderang, ada apartemen berdiri megah menantang langit, namun warga asli di Kalibata ini punya kepercayaan bahwa di lokasi sekitar Apartemen Kalibata tetap angker hingga sekarang.

“Mau dibilang apa, kawasan ini memang terkenal angker. Maka tak heran bila hingga kini, kejadian tragis masih saja terulang terus-menerus,” kata Usman kepada Netralnews.

Walau usianya mulai senja, badan Usman masih terlihat segar. Dengan penuh semangat, ia meladeni penulis berbincang-bincang tentang sejarah kawasan Kalibata.

Ia adalah salah satu saksi mata berbagai kejadian mistis dan tindak kriminal di sepanjang jalan yang menghubungkan Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dan Jalan Dewi Sartika, Jakarta Timur.

“Hingga tahun 1980, pohon karet masih berjejer di sepanjang jalan ini. Perlahan ditebang dan diganti bangunan. Tidak jauh dari makam pahlawan dibangun Pabrik Sepatu Bata. Di sampingnya lagi, kini berdiri pula Apartemen Kalibata City,” kenang Usman.

Lelaki yang kini menjadi tukang ojek ini mengaku sudah berulang kali menyaksikan korban tindak kriminal. Berulang kali mayat dibuang di antara di kebun karet.

Salah satunya, pernah ia ceritakan kepada Netralnews, terkait mayat perempuan korban penembakan misterius bernama Dietje Budimulyono.

“Jadi, akibat banyaknya pembunuhan misterius di lokasi ini, melahirkan energi negatif dan jahat. Energi negatif ini bisa berubah wujud menjadi sosok penampakan misterius yang mengganggu penghuni di sekitar sini, termasuk apartemen Kalibata,” tutur Usman.

“Dulu, saya sering menjumpai penampakan hantu perempuan, suara jeritan minta tolong, dan lain-lain. Kini hal seperti ini jarang saya jumpai, karena sekarang sudah ramai dan banyak penerangan,” katanya. Namun, Usman mengaku heran dengan banyaknya kejadian tragis beberapa waktu terakhir.

Usman menduga, “Kini, kekuatan negatif tidak lagi berwujud penampakan hantu. Kekuatan itu telah menyusup dan menjadi satu dalam tubuh manusia dan ikut mempengaruhi terjadinya peristiwa-peristiwa tragis. Bahkan, energi itu memang sengaja dipelihara oleh kekuatan setan.”

Rangkaian tindak kriminal di Kalibata

Sejenak Usman terdiam seolah menimbang sesuatu yang ingin diucapkan. Rupa-rupanya ia teringat kisah tragis lima tahun lalu.

Ingatan Usman cukup kuat. Ia mampu bercerita dengan lancar tentang nasib tragis seorang perempuan cantik bernama Holly Angela Hayu (37).

Pada 30 September 2013, ia tewas setelah dipukul dengan besi dan dicekik di sebuah kamar di Apartemen Kalibata City. Pelakunya lima orang.

Rencananya, para pembunuh akan menghabisi Holly dan membuang tubuhnya ke laut. Semua perlengkapan sudah disiapkan. Namun, saat mereka menyergap, Holly ternyata sedang menelepon ibunya.

Teriakan Holly melalui telepon menghancurkan semua skenario mereka.

Saat petugas keamanan setempat datang, Holly sudah meregang nyawa. Para pelaku mencoba kabur. Elriski Yudistira, salah satu dari pelaku, tewas terjatuh dari apartemen saat ingin melarikan diri.

Dalam proses penyelidikan, polisi berhasil mengungkap motif di balik kejadian tersebut. Para pembunuh di lapangan ternyata bergerak atas suruhan Gatot Supiartono,  Auditor Utama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Ia tak lain dan tak bukan adalah suami siri dari Holly Angela sejak 2011.

Gatot Supiartono mengutus pembunuh bayaran lantaran Holly terlalu banyak menuntut.

Holly meminta Gatot menceraikan istri tuanya. Holly juga meminta dibelikan mobil, rumah, hingga apartemen. Cinta yang menggebu-gebu berubah menjadi kesal hingga muncul ide melenyapkan Holly.

Pengadilan memutuskan Gatot bersalah dan menjadi otak pembunuhan serta harus menjalani sembilan tahun kurungan penjara. Ia juga dipecat dari BPK.

Usman berhenti bercerita. Kembali ia menarik nafas panjang. Seolah, ia sedang menggali kekuatan baru.

Rupanya, ia ingin menunjukkan data terbaru terkait kejadian tragis di lokasi yang sama, yaitu di Apartemen Kalibata City.

Senin dinihari, 23 April 2018, kehebohan terjadi lagi di Apartemen Kalibata City. Seorang perempuan muda bernama Ana Yulisanti alias Gebi (22) nekat melompat dari kamarnya di lantai 8, Tower Damar.

Gebi pun tewas bersimbah darah di halaman parkir apartemen tersebut.

Sebelum melompat, Gebi sempat berusaha bunuh diri dengan menyayat pergelangan tangan menggunakan pecahan kaca. Aksi tersebut sempat berhasil dicegah pacarnya.

Namun, saat pacar korban pergi ke kamar mandi, Gebi melompat dan terjun bebas sehingga tewas. Ia nekat mengakhiri hidupnya karena merasa sakit hati. Konon, pacarnya telah berpindah ke lain hati.

Atas kejadian tersebut, Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Indra Jafar memanggil pihak manajemen untuk dimintai keterangan. Hal ini penting dilakukan mengingat berulang kali terjadi masalah sosial di apartemen tersebut.

Setan sejoli penunggu Kalibata

Setelah bertutur panjang lebar tentang Holly dan Gebi, Usman akhirnya membelokkan kembali ceritanya pada misteri berselubung kekuatan gaib. Namun kali ini nampaknya menggunakan “kaca mata” berbeda dari sebelumnya.

“Sebenarnya, saya mempunyai pandangan lebih jauh lagi di balik kasus Holly dan Gebi. Bukan sekadar karena pengaruh arwah korban pembunuhan sebelum-sebelumnya. Ini ada kaitannya dengan sosok syaiton yang umurnya sudah sangat tua. Namanya Siti Haffaf dan Asmodeus,” papar Usman.

Lanjutnya, “Sejak awal mula manusia diciptakan, mereka berusaha menjatuhkan manusia untuk membuktikan bahwa mereka lebih hebat dari manusia.”

Lalu, apa tugas mereka?

Menurutnya, mereka sering berubah menjadi roh halus, menyusup dalam kehidupan manusia dan menjadi semacam laskar penghancur perkawinan. Akibatnya, pernikahan yang telah dibangun maupun baru mau dibangun, bisa hancur berantakan.

“Siti Haffaf adalah setan feminim. Sedangkan Asmodeus setan maskulin, salah satu raja neraka. Tugas mereka adalah menyesatkan suami-istri atau calon suami-istri agar tidak langgeng. Misalnya, menjadi hanya sekadar pemuas seks, cemburu berlebih, mendendam bila kecewa, dan lain-lain,” jelas Usman.

Usman berusaha mempertegas, “Bila hanya karena nafsu birahi, akan muncul rasa bosan. Itulah yang menjadi salah satu penyebab banyaknya kasus poligami.”

Di akhir perbincangan, Usman menggarisbawahi, “Skandal Siti Haffaf dan Asmodeus menjelma menjadi energi negatif yang terus mengganggu, termasuk semua orang yang terlibat dalam kasus Holly dan Gebi. Mereka menggerayangi dan mencengkeram Kalibata.”  

Editor : Taat Ujianto