• News

  • Sisi Lain

Hantunya Ngeri! Gayung dan Air Berhamburan Usai Perampokan Tragis

Ilustrasi rumah kosong dan angker
Foto: Istimewa
Ilustrasi rumah kosong dan angker

TANGERANG, NETRALNEWS.COM – Ardi menarik nafas dalam-dalam. Pria lajang yang bulan depan berusia 52 tahun ini mengaku tak ada niat lagi untuk menikah.

Sepanjang hidupnya sebagai guru bantu di Kabupaten Bogor, akhirnya lebih banyak dicurahkan untuk mengabdi dan mendidik generasi muda. Ia lajang namun memiliki anak asuh yang tak sedikit jumlahnya.

“Ada yang sudah menikah, ada yang bekerja di Amerika, ada pula anak asuhku yang jadi atlet bulu tangkis tingkat nasional,” tutur Ardi menyebutkan beberapa anak asuhnya.

“Ya, mungkin sudah terlambat kalau saya memutuskan menikah. Kadang muncul keinginan, tapi lalu banyak pertimbangan. Ya dulu sih sempat punya tunangan, tapi gagal direbut orang, hehehe…” kata Ardi sambil tersenyum lirih.

“Anak-anak asuh saya sering berkumpul di rumah ini. Nah, beberapa kali tuh mereka menyaksikan dan mendengar sendiri kejadian aneh di rumah kosong samping rumah saya ini, rumah sebelah,” kata Ardi membelokkan percakapan.

Sore itu Netralnews memang secara khusus berbincang-bincang tentang kejadian aneh dan misterius di rumah samping tempat tinggal Ardi.

Deretan rumah Ardi tergolong perumahan mewah di BSD, Serpong Tangerang. Termasuk rumah kosong di samping Ardi yang terlihat megah. Karena tak terawat dan dibiarkan kosong belasan tahun, jadinya terlihat menyeramkan.

Belukar sudah menggerayangi sekujur badan rumah itu. Di genteng atap rumah tampak juga sudah ditumbuhi sejumlah tanaman liar.

“Ya, pernah saat empat anak asuhku berkumpul di ruang tamu, semua tercekap dan mendadak berhenti bercanda. Jelas sekali ada suara perempuan berteriak minta tolong. Lalu suara berdebam kayak pintu dibanting, sumber suara ya di rumah kosong itu,” kenang Ardi.

“Anak asuhku akhirnya mengadu ke saya. Nah, saya sih ndak heran. Selama saya tinggal bersama kakak saya di rumah ini, ya sudah biasa melihat dan mendengar hal-hal aneh di rumah itu,” lanjut Ardi.

Ardi kemudian mengajak anak asuhnya melongok sumber suara, untuk memastikan benar tidaknya pendapatnya bahwa sumber suara adalah dari “penghuni” rumah kosong yang angker itu.

“Khawatirnya suara perempuan benar-benar minta tolong. Jadinya kusemangati empat anak asuhku. Baru mereka berani keluar rumah dan saya antar untuk mencari sumber suara,” kata Ardi.

Dengan lampu senter, Ardi berkeliling ke sekitar rumahnya, depan jalan, baru kemudian ke rumah kosong yang di malam hari tampak gelap.

“Saya ajak tuh anak-anak saya mendekat lalu memasuki pagar dan mendekat di rumah kosong itu. Kita longok dari luar rumah. Pintu semua terkunci, tapi dari jendela bisa terlihat isi dalam rumah. Ya, ndak ada apa-apa,” kenang Ardi.

“Baru saat kembali ke rumah, saya ceritakan ke anak-anak saya soal latar belakang rumah itu dan kejadian aneh yang sering terjadi. Sontak semua anak asuhku ketakutan dan nyesel ngapain mau mendekati rumah itu,” kata Ardi.

Menurut Ardi, penting menunjukkan langsung dan membuktikan bahwa suara misterius itu bukan berasal dari perempuan sungguhan. Sebab, kalau perempuan sungguhan, ya harus ditolong.

Namun, kalau tahu itu bukan suara manusia, maka setidaknya tidak perlu takut dan cukup mendoakan.

“Akhirnya saya ceritakan juga kejadian belasan tahun lalu ke anak-anak asuh saya. Sebenarnya ada kejadian tragis pernah terjadi di rumah sebelah saya itu. Saya kenal pemiliknya. Ya sekedar kenal karena jarang saya main ke rumahnya. Setahu saya, keluarga itu lumayan tajirlah,” kenang Ardi memulai kisahnya.

Menurut Ardi, kala itu sekitar perumahan belum seramai sekarang. Di suatu malam terjadi perampokan. Ardi sendiri tidak mendengar bagaimana perampokan di malam itu. Malam itu ia tidur nyenyak dan baru bangun ketika sudah heboh teriakan minta tolong.

“Perampokan terjadi sekitar pukul 02.00 dini hari. Sementara situasi gempar karena ada teriakan minta tolong baru sekitar pukul 03.00. Saat itu saya bangun dan keluar rumah. Di rumah itu sudah berdatangan sekuriti perumahan dan aparat RT,” lanjut Ardi.

“Singkat cerita, perampokan yang dialami keluarga di rumah sebelah telah memakan korban jiwa. Anak perempuan tertua meninggal gegara teriak-teriak minta tolong dan membuat perampok panik sehingga secara kejam menebas leher gadis itu dengan senjata tajam. Perampok kemudian kabur karena takut tetangga berdatangan,” lanjut Ardi.

“Setahu saya, perampoknya berhasil ditangkap sekitar dua minggu kemudian. Ada empat orang diciduk. Motifnya ya kriminal murni. Sementara harta belum semua dikuras tapi memakan korban jiwa,” kata Ardi.

Masih menurut cerita Ardi, “Mungkin karena kejadian tragis itu, keluarga itu kemudian pindah. Rumah dibiarkan kosong hingga kini. Saya ndak tahu persisnya pindah ke mana. Kata orang sih ke Semarang. Namun, itu kata orang, saya sih ndak pernah dengar senidiri dari keluarga itu.”

“Sejak rumah kosong, baru mulai muncul kejadian aneh.  Apakah ada hubungannya dengan kejadian perampokan tragis atau tidak, yang jelas, terlalu sering saya dengan suara-suara orang mandi, suara perempuan menangis, suara gayung membentur bak kamar mandi dan air berhamburan. Nah salah satunya, ya yang didengar oleh anak-anak asuh saya,” tuturnya.

Ardi kemudian justru meminta bantuan kepada Netralnews.

“Ya, kalau bisa Netralnews melakukan penelusuran di rumah itu. Mungkin bawa paranormal dan lakukan netralisir rumah. Kalau benar ada hubungannya dengan kasus perampokan, ya dinetralkan kembali. Ya, disempurnakanlah, gitu. Kan namanya Netralnews, jadi harus bisa menetralisir, kan?” kata Ardi sambil tertawa.

Di penghujung ceritanya, Ardi berkata, “Ya sekali lagi. Saya ndak bilang suara misterius itu pasti berasal dari gadis yang jadi korban  perampokan, ya. Tolong jangan diplintir. Bisa jadi itu jin, kuntilanak yang kemudian menghuni rumah kosong itu. Makanya, kalau ada yang bisa membersihkan rumah itu, alangkah baiknya,” kata Ardi memohon.

Editor : Taat Ujianto