3
Netral English Netral Mandarin
14:10 wib
Kementerian Lingkungan Hidup mengungkap ada peningkatan titik panas yang berpotensi menyebabkan kebakaran hutan di beberapa provinsi. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan kegiatan sekolah tatap muka bisa dilakukan pada semester kedua tahun ini, atau tepatnya pada Juli 2021 mendatang.
Siswi Nonmuslim di Padang Diwajibkan Berjilbab, Ade: Tidak Boleh Dibiarkan... 

Sabtu, 23-January-2021 11:35

Dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando
Foto : Istimewa
Dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM  - Dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando mengomentari kasus seorang siswi nonmuslim di SMKN 2 Padang, Sumatera Barat yang disuruh membuat surat pernyataan karena menolak berjilbab. 

"Keterbelakangan di Padang semacam ini tidak boleh dibiarkan," tulis Ade di akun Facebook-nya, Sabtu (23/1/2021). 

Selain itu, Ade juga mengomentari pemberitaan media soal temuan Dinas Pendidikan Sumatera Barat bahwa di SMKN 2 Padang ada 46 siswi nonmuslim yang dipaksa memakai jilbab.

"Bagaimana Sumatra Barat akan maju kalau sekolahnya semacam ini?," sentil Ade. 

Sebelumnya diberitakan, viral di media sosial video adu argumen antara orang tua murid dari salah satu siswi nonmuslim dengan seorang guru di SMKN 2 Padang mengenai aturan berpakaian di sekolah tersebut. 

Dalam video itu, pria berinisial EH yang merupakan orangtua murid itu mempertanyakan alasan sekolah negeri membuat aturan mewajibkan berjilbab termasuk bagi siswi nonmuslim. 

"Bagaimana rasanya kalau anak Bapak dipaksa ikut aturan yayasan. Kalau yayasan tidak apa, ini kan negeri," kata EH. 

“Ini agama saya. Kalau memakai jilbab, seakan-akan membohongi identitas agama saya, Pak,” ujarnya. 

Sementara itu, pihak sekolah menyebutkan bahwa penggunaan jilbab bagi siswi merupakan aturan sekolah.

Video tersebut diunggah di akun Facebook EH. Ia juga memposting surat pernyataan yang ditandatangani dia dan putrinya yang menolak berjilbab. 

Dalam surat pernyataan tertanggal (21/1/2021) itu tertulis: 

1. Tidak bersedia memakai kerudung seperti yang telah digariskan oleh peraturan sekolah. 

2. Bersedia untuk melanjutkan masalah ini dan menunggu keputusan dari pejabat yang lebih berwenang. 

Setelah heboh kasus tersebut, terkuak bahwa selama ini ada sejumlah siswi nonmuslim di SMKN 2 Padang yang memakai jilbab ketika sekolah. 

Hal itu diketahui dari pengakuan Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Padang, Rusmadi. Ia mengatakan, di sekolahnya ada sebanyak 46 siswa dan siswi nonmuslim. Namun siswi non muslim lain tidak keberatan untuk memakai jilbab. 

Dugaan adanya pemaksaan siswi nonmuslim berjilbab itu disesalkan 

Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Barat Adib Al Fikri. Ia menyebut aturan itu sudah ada sejak kewenangan SMA/SMK belum dilimpahkan ke Pemerintah Provinsi. 

"Sangat kita sayangkan kejadian ini. Aturan ini sudah lama sebelum pelimpahan wewenang, sejak zaman Wali Kota Padang Fauzi Bahar tahun 2005 lalu. Selama ini masih jalan dan baru diprotes hari ini," kata Adib, Sabtu (23/1/2021).

 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati