Netral English Netral Mandarin
07:14wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
Situasi Keamanan Memburuk, Presiden Afghanistan Salahkan Keputusan AS Tarik Pasukan

Senin, 02-Agustus-2021 23:31

Pasukan militer Amerika Serikat menarik diri dari Afghanistan.
Foto : New York Times
Pasukan militer Amerika Serikat menarik diri dari Afghanistan.
9

KABUL, NETRALNEWS.COM - Presiden Ashraf Ghani pada hari Senin menyalahkan situasi keamanan Afganistan yang memburuk dengan cepat kepada keputusan "tiba-tiba" Amerika Serikat (AS) untuk menarik pasukannya.

Namun dia mengatakan pemerintahnya memiliki rencana untuk mengendalikan kondisi dalam waktu enam bulan.

Gerilyawan Taliban telah bergerak di tiga ibu kota provinsi dalam beberapa hari terakhir, di tengah kemajuan pesat yang diraihnya di seluruh Afghanistan sejak Washington berencana menarik seluruh pasukan AS pada September.

"Situasi saat ini adalah karena keputusan mendadak terkait penarikan pasukan internasional," kata Ghani kepada parlemen Afghanistan dalam sebuah pidato.

“Kita telah menghadapi situasi yang tidak terduga dalam tiga bulan terakhir.”

 

Meski demikian, pemerintah Afganistan memiliki rencana keamanan untuk mengendalikan situasi dalam enam bulan, ujarnya, dan AS mendukung rencana tersebut.

Taliban tak akan bergerak menuju perdamaian kecuali situasi keamanan yang memburuk dapat diatasi, kata Ghani.

Pembicaraan terkait upaya perdamaian antara pemerintah Afganistan dan negosiator Taliban dimulai tahun lalu di ibukota Qatar, Doha. Namun hal tersebut belum mencapai kemajuan substantif meski telah dilakukan beberapa kali.

Meski demikian, kedua pihak berkomitmen untuk mempercepat upaya tersebut dalam pertemuan baru-baru ini di Doha yang dihadiri delegasi politik tingkat tinggi Afghanistan dan Taliban.

 

Ghani mengatakan bahwa para militan belum memutus hubungan dengan kelompok-kelompok teroris, dan telah meningkatkan serangan terhadap perempuan dan aktivis masyarakat sipil.

Taliban menepis tuduhan Ghani.

"Deklarasi perang, tuduhan dan kebohongan tidak dapat memperpanjang hidup pemerintahan Ghani; waktunya telah habis, Insya Allah," kata juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, di Twitter.

Reporter : Antara
Editor : Nazaruli