Netral English Netral Mandarin
23:41wib
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mewacanakan mengganti maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan Pelita Air milik PT Pertamina (Persero). Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar unjuk rasa mengevaluasi 2 tahun kinerja Jokowi-Ma'ruf bersama Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Kamis (28/10).
SMI Minta Generasi Muda Tak Cuma Nuntut Hak ke Negara, Said Didu: Dan Tak Mau Dibebani Utang, Jelas?

Sabtu, 11-September-2021 07:20

Menkeu, Sri Mulyani Indrawati  (SMI)
Foto : Istimewa
Menkeu, Sri Mulyani Indrawati (SMI)
17

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menkeu Sri Mulyani Indrawati (SMI) meminta agar generasi muda tak hanya bisa menuntut hak kepada negara tetapi memiliki jiwa untuk ikut berkontribusi bagi negara. 

Namun, pernyataanya ditambahi oleh Muhammad Said Didu yang mengaitkan dengan persoalan utang negara.

“Dan generasi muda tidak mau dibebani utang yg mereka yg akan bayar. Jelas?” sindir Said Didu kepada SMI, Sabtu 11 Septeber 2021.

Untuk diketahui, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan akan terus mendorong pendidikan yang terbaik bagi masyarakat Indonesia. Khususnya bagi pada generasi penerus bangsa agar terus berkontribusi bagi negara.

Sebagai bendahara negara, Sri mengungkapkan, anggaran untuk pendidikan terus diperkuat oleh pemerintah supaya generasi penerus bangsa mendapatkan ilmu yang sesuai kebutuhannya.

"Dalam kita terus mengelola negara ini untuk bisa menciptakan sebuah lingkungan atau suasana di mana semua orang bisa berpartisipasi terus ikut membangun," tuturnya, secara virtual, Jumat, 3 September 2021.

Oleh sebab itu, Sri menyatakan, Pemerintah tidak menginginkan generasi penerus bangsa nantinya tidak produktif. Atau hanya bertanya apakah negara hadir untuk dirinya dan negara bisa memberikan apa saja.

"Jadi kita bukan melahirkan generasi yang kemudian hanya bertanya negara datang dan hadir untuk saya apa? saya mendapatkan apa? Tapi kita inginkan terus memabngun generasi yang terus berpikir," paparnya.

Untuk bisa membangun pola pikir dan karakter generasi penerus bangsa ini, Sri mengakui tidak akan mudah. Apalagi, saat ini perkembangan teknologi digital telah mempercepat arus informasi yang tak tersaring.

"Untuk membentuk mindset dan karakter seperti itu tidak bisa dengan sendirinya apalagi diserbu dengan berbagai macam informasi dan pengaruh yang sangat beragam dengan adanya teknologi informasi," tegas dia.

Karenanya, Pemerintah dikatakannya terus memperkuat anggaran pendidikan yang tepat sasaran dan efektif membangun masyarakat. Pada tahun ini saja Pemerintah masih mempertahankan alokasi anggaran pendidikan dalam APBN sebesar 20 persen.

Presiden Joko Widodo sebelumnya juga telah mengumumkan bahwa alokasi untuk dana pendidikan sebesar Rp549,5 triliun dalam APBN 2021 atau setara 20 persen dari total anggaran.

Anggaran ini akan difokuskan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), kemampuan adaptasi teknologi, peningkatan produktivitas melalui pengetahuan ekonomi di era industri 4.0.

"Pemerintah akan melakukan reformasi pendidikan melalui transformasi kepemimpinan kepala sekolah, transformasi pendidikan, dan pelatihan guru," kata Jokowi seperti dinukil Viva.co.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto