3
Netral English Netral Mandarin
19:50 wib
Sebanyak tujuh mantan kader Partai Demokrat yang baru saja dipecat bakal menggugat gugatan secara kolektif ke Pengadilan Negeri pekan depan. Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan telah memangkas jumlah BUMN dari 142 menjadi tinggal tersisa 41 perusahaan.
Soal Ahok dan Raffi Ahmad, TG Sindir Pendukung HRS: Mau Framing Tapi Gak Cerdas

Jumat, 15-January-2021 06:02

Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi
Foto : Twitter
Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi
13

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dewan Pakar PKPI Teddy Gusnaidi menyentil pendukung Habib Rizieq Shihab (HRS) dan sejumlah pihak yang mendesak agar Basuki Tjahaja Purnama (BTP/Ahok) dan Raffi Ahmad cs diproses hukum seperti HRS karena berkerumun di sebuah acara dan tidak menerapkan protokol kesehatan.

"FPI dan beberapa pihak mendesak aparat bersikap adil, kenapa Raffi ahmad cs gak diproses hukum sedangkan Rizieq diproses hukum karena berkerumun, penegak hukum dianggap diskriminatif dan tidak adil," tulis Teddy di akun Twitter-nya, Kamis (14/1/2021).

Teddy mengatakan, pendukung HRS mau memframing seolah-olah kasus kerumunan Raffi Ahmad cs sama dengan kasus yang menjerat Habib Rizieq terkait kerumunan di acara pernikahan putrinya dan peringatan Maulid Nabi di Petamburan, Jakarta Pusat pada November 2020 lalu.

Padahal, dijelaskan Teddy, Habib Rizieq ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan lantaran dijerat dengan pasal 160 KUHP terkait penghasutan dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara. Selain itu, Rizieq dikenakan pada 216 KUHP terkait dengan melawan petugas.

"Woi!! Rizieq itu dipidana bukan karena kasus kerumunan, tapi penghasutan.Rizieq dijerat pasal Pasal 160 KUHP tentang penghasutan. Ancamannya 6 tahun penjara, makanya Rizieq ditahan. Pasal 160 KUHP bukan soal kerumunan," cuit @TeddyGusnaidi.

"Bagaimana bisa kalian framing pasal 160 itu sebagai pasal larangan kerumunan?Mau framing tapi kok gak cerdas ya (emoji tertawa)," sindir Teddy.

Sebelumnya diberitakan, nama Ahok, Raffi Ahmad dan sejumlah artis menjadi buah bibir netizen setelah beredar foto dan video mereka tengah berkumpul di sebuah pesta dengan tidak menerapkan protokol kesehatan, seperti tak menjaga jarak hingga tanpa masker. 

Acara yang dihadiri Ahok dan Raffi Ahmad cs merupakan pesta ulang tahun bos KFC Indonesia, Ricardo Gelael. Acara tersebut digelar di kediaman Ricardo di kawasan Mampang, Jakarta Selatan pada Rabu (13/1/2021) malam.

Mengomentari hal itu, Kuasa Hukum Habib Rizieq Shihab, Aziz Yanuar meminta pemerintah bersikap adil dengan melakukan proses hukum terhadap Raffi Ahmad cs seperti yang dilakukan pada Habib Rizieq.

"Harusnya hukum berlaku sama baik untuk HRS dan warga negara lain, untuk buktikan Indonesia negara hukum. Bukan negara kesewenang-wenangan," kata Aziz saat dihubungi, Kamis (14/1/2021).

Aziz menilai, tidak adanya tindakan tegas terhadap Raffi cs menunjukkan diskriminasi hukum. "Ini penegakan hukum diskriminatif dan tak berkeadilan nyata terang benderang," ujarnya.

Senada dengan Aziz, Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin meminta polisi menangkap Ahok dan Raffi cs karena telah melanggar protokol kesehatan.

"Kami meminta agar polisi segera tangkap Ahok karena telah melanggar prokes secara fatal dengan tidak pakai masker, tidak menjaga jarak dengan berkerumun. Dan itu adalah sebagai provokator pelanggar Covid. Dan termasuk Raffi Ahmad dkk serta siapapun yang terlibat,"kata Novel kepada netralnews.com, Kamis (14/1/2021).

Eks tokoh Front Pembela Islam (FPI) ini menegaskan, aparat tidak boleh tebang pilih dalam penegakkan hukum terhadap pelanggar protokol kesehatan.

"Dengan begitu polisi harus berani dan tegas menangkap para pelanggar dari kubu penguasa sehingga negara ini tidak dibuat gaduh terus. Apalagi Ahok bukan Ahok namanya kalau tidak buat gaduh," tegas Novel.

Pendapat serupa disampaikan politisi Partai Demokrat Taufiqurrahman. Menurutnya, jika acara kerumunan yang dibuat HRS berujung pada penetapan tersangka eks pimpinan FPI itu, maka seharusnya Raffi dan Ahok juga ditetapkan sebagai tersangka karena terlibat kerumunan.

"Acara kerumunan yang dibikin HRS dilakukan saat PSBB Transisi. Party yang melibatkan Raffi dan Ahok dilakukan saat PSBB Diperketat dan belum lama setelah dilakukan vaksinasi," tulis Taufiqurrahman di akun Twitter-nya, @taufiqrus, Kamis (14/1/2021).

"Kalau HRS jadi tersangka mustinya Raffi dan Ahok juga bisa jadi tersangka,  itu logika hukumnya," ungkap Taufiqurrahman.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati