Netral English Netral Mandarin
18:51wib
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres memperingatkan dunia berada di jalur bencana lantaran pemanasan global yang terus berlangsung. Uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap 11 calon hakim agung usulan Komisi Yudisial (KY) di Komisi III DPR akan digelar pada pekan depan.
Soal Anies Sidak Perusahaan Asuransi, Ade: Gubernur ini Sakit Ya, Dia Menuduh Metro TV...

Minggu, 11-Juli-2021 14:20

Ade Armando
Foto : Istimewa
Ade Armando
8

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pakar komunikasi, Ade Armando menyoroti respons Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat diwawancarai Metro TV terkait inspeksi mendadak (sidak) perkantoran di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Ade menyoroti pernyataan Anies yang menyebut 'silahkan bila Metro memilih untuk mengambil sikap membela kepada mereka yang membahayakan keselamatan sesama'.

"Gubernur ini sakit ya. Dia menuduh Metro TV membela mereka yang membahayakan keselamatan sesama," tulis Ade di akun Twitter-nya, Jumat (9/7/2021).

Ade merasa heran dengan pernyataan Anies. Pasalnya, Anies melontarkan hal tersebut hanya karena ditanya presenter Metro TV soal sidak yang dilakukan di perusahaan asuransi PT Equity Life Indonesia.

"Padahal Metro cuma minta penjelasan mengapa perusahaan asuransi jiwa yang masuk dalam sektor esensial PPKM juga diancam pidana?" cuit adearmando1.

Dosen Komunikasi Universitas Indonesia (UI) itu juga mengunggah potongan video wawancara Metro TV dengan Anies Baswedan dalam Program Prime Talk yang tayang pada Kamis (7/7/2021).

Dalam video itu, presenter Metro TV bertanya ke Anies mengenai sidak di PT Equity Life Indonesia. Sidak tersebut viral di media sosial dan sejumlah pihak mengkritik Anies lantaran perusahaan itu termasuk dalam sektor esensial yang dibolehkan beroperasi di masa PPKM Darurat.

Pihak PT Equity Life pun mengklaim bahwa perusahaan mereka tidak melanggar PPKM Darurat dan sudah menerapkan aturan work from office (WFO) 50 persen dari maksimum staf dengan protokol kesehatan. 

Bahkan, pihak PT Equity Life mengaku tidak takut dengan tantangan pidana yang dilayangkan oleh Gubernur Anies terkait dugaan pelanggaran PPKM Darurat.

"Dari pihak anda (Anies), merasa bahwa sudah melakukan tindakan, ada proses hukum yang berjalan demi pendidikan publik, tapi kemudian klaim dari perusahaan asuransi jiwa yang anda sidak kemarin mengatakan justru tidak pelanggaran yang mereka dilakukan. Sektor usahanya masuk ke dalam sektor esensial dan sudah menerapkan kapasitas work from office 50%. Supaya kemudian ini ada satu kesepahaman untuk tujuan penyelamatan yang anda gaungkan," kata presenter Metro TV.

Menanggapi itu, Anies mempersilahkan pihak yang keberatan dengan sidak tersebut untuk menempuh jalur hukum. Ia juga mempersilahkan Metro TV jika ingin membela pihak PT Equity Life yang ditudingnya membahayakan keselamatan sesama.

"Silahkan mengadu ke pengadilan, ada PTUN, silahkan diproses. Dan silahkan bila Metro memilih untuk mengambil sikap membela kepada mereka yang membahayakan keselamatan sesama," ucap Anies.

"Tapi saya ingin garis bawahi bahwa sikap kami ingin melindungi setiap warga Jakarta, setiap warga Indonesia," terangnya.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menegaskan bahwa sidak tersebut dilakukan semata-mata untuk melindungi warga Indonesia.

"Bila langkah yang kita lakukan menurut anda tidak benar, ajukan ke PTUN, kami siap menghadapi, dan kami akan tegaskan bahwa seluruh langkah adalah untuk melindungi setiap warga Indonesia," jelas Anies.

 

 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wahyu Praditya P