Netral English Netral Mandarin
18:44wib
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melarang kegiatan buka puasa bersama saat ramadan seiring dengan pandemi Covid-19. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan melarang total operasi semua moda transportasi darat, laut, udara, kereta pada 6 Mei-17 Meri 2021.
Soal Banjir Jakarta, TPDI: Rizal Ramli Seperti Juru Bicara Anies Baswedan

Rabu, 24-Februari-2021 22:00

Ekonom senior Rizal Ramli
Foto : Istimewa
Ekonom senior Rizal Ramli
35

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Budayawan Romo Benny Susatyo menyarankan agar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan belajar penanganan masalah banjir di Ibu Kota ke mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Hal itu disampaikan Romo Benny di kanal YouTube Rumah Kebudayaan Nusantara (RKN). 

Pandangan Romo Benny mendapat respons sinis dari ekonom senior Rizal Ramli dengan menyebut bahwa Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) itu menunjukkan dirinya benar-benar seorang Romo, namun bukan bermakna Romo yang sebenarnya, melainkan 'Romo Politik' yang disingkat RomPol. 

"Bener2 ROmPOl = Romo Politik - nyaris tidak bisa berfikir objektif," tulis Rizal Ramli di akun Twitternya, @RamliRizal Selasa (23/2/2021). 

Mengomentari hal itu, Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus menilai bahwa komentar Rizal Ramli soal pandangan Romo Benny itu di luar nalar dan akal sehat. 

Pasalnya, menurut Petrus, Rizal Ramli seharusnya tetap menjaga ketokohannya dengan ikut memberikan pandangan dan mencari solusi atas persoalan banjir di Ibu Kota. 

"Itu sungguh di luar nalar dan akal sehat, karena Rizal Ramli seharusnya tetap menjaga ketokohannya dengan ikut memberikan pandangan yang bersifat mencari solusi dan menyampaikan secara santun kepada Gubernur Anies Baswedan," kata Petrus dalam keterangan tertulis yang diterima netralnews.com, Rabu (24/2/2021).

Namun, lanjut Petrus, yang terjadi Rizalmantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman itu justru menempatkan diri seperti juru bicara Anies Baswedan yang pasang badan menyerang balik para pengkritik Gubernur DKI. 

"Tapi yang terjadi Rizal Ramli justru menempatkan posisinya sebagai juru bicara sekaligus pembela Anies Baswedan dengan pandangan yang mengkritik balik Romo Benny secara subyektif dan sempit seakan-akan Romo Benny Susatyo tidak punya hak bicara soal politik pemerintahan dan pembangunan di DKI bahkan menjilat kekuasaan," jelas Petrus.

"Ini memberi kesan dan pesan bahwa sesungguhnya bahwa Rizal Ramli bukan saja alergi terhadap Ahok dan pernyataan Romo Benny Susatyo, akan tetapi juga Rizal Ramli telah menjilat bahkan menghamba kepada kekuasaan," sindirnya. 

Lebih jauh, Petrus berpendapat, jika saja Rizal Ramli tidak suka dengan pandangan Romo Benny dan/atau tidak suka dengan sosok Ahok, maka Rizal Ramli tidak boleh membuat pernyataan yang sesat, seolah-olah seorang Romo Benny tidak boleh menyampaikan kritik dan saran sebagai pandangan moral politik dari seorang budayawan dengan segala kapasitasnya yang ada, sebagai bagian dari warga DKI menyampaikan saran pembangunan untuk Pemda DKI Jakarta. 

"Tugas kita semua, termasuk Romo Benny Susatyo, Rizal Ramli dll, yaitu memberi masukan kepada Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta. Suka tidak suka pandangan dan kritik dari masyarakat apapun profesinya, hal itu sudah menjadi kewajiban konstitusional setiap warga negara dan terutama warga DKI Jakarta sebagai wujud peran serta masyarakat dalam pemerintahan yang diwajibkan oleh Peraturan Perundang-undangan," ungkapnya.  

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli