Netral English Netral Mandarin
banner paskah
05:00wib
Polisi menduga kelompok kriminal bersenjata (KKB) membakar sejumlah fasilitas umum di wilayah Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, lantaran sempat dijadikan sebagai Posko Komando Taktis alias Pos Kotis. Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian permohonan uji materi Undang-undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK.
Soal Banjir, Musni: Brutal Sekali Serangan ke Anies, Mereka Membabi Buta Tanpa Data

Selasa, 23-Februari-2021 19:20

Sosiolog Misni Umar.
Foto : Demokraksi
Sosiolog Misni Umar.
25

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sosiolog Musni Umar menilai, sejumlah pihak menyerang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait penanganan banjir di Ibu Kota secara brutal dan membabi buta tanpa data.

"Brutal sekali serangan ke Anies mengenai banjir di DKI. Mereka membabi buta tanpa data," tulis Musni di akun Twitternya, Selasa (23/2/2021).

Musni juga mengunggah sebuah artikel berjudul "Banjir Jakarta Dalam Angka: Pemprov DKI Jakarta dan Anies Maksimal Tangani Banjir" yang memuat pendapatnya soal penanganan banjir yang dilakukan Pemprov DKI.

Dalam artikel tersebut, Musni menyoroti pernyataan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono yang mengkritik Gubernur Anies soal penanganan banjir.

Musni pun memaparkan data soal banjir beberapa tahun terakhir yang diunggah di akun Twitter Pemprov DKI. Dari data itu, ia berkesimpulan bahwa Gubernur Anies dan seluruh jajaran Pemprov DKI sangat maksimal secara menangani banjir di Ibu Kota.

"Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa Pemprov DKI Jakarta dan jajarannya sudah memaksimalkan pengurangan banjir di DKI. Walaupun begitu, sangat dibutuhkan bantuan dari semua pihak untuk menuntaskan banjir di Jakarta," kata Rektor Universitas Ibnu Chaldun (UIC) ini.

Berikut tulisan lengkap Musni, dikutip netralnews.com dari website pribadinya, arahjaya.com, Selasa (23/2/2021).

Banjir Jakarta Dalam Angka: Pemprov DKI Jakarta dan Anies Maksimal Tangani Banjir

Hasto Krs. Sekretaris Jenderal DPP PDIP mengatakan bahwa penanganan banjir yang dilakukan Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta dinilai makin parah pada tahun ini. Oleh karena itu, dirinya mengkritik Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal penanganan banjir. Tetapi Data “Banjir jakarta dalam angka” membuktikan sebaliknya.

“Kalau saya mengkritik Pak Anies, itu karena bagian tanggung jawab pemimpin guna mengantisipasi banjir,” tukasnya (KompasTV, Politik | 21 Februari 2021 | 11:40 WIB)

Sementara itu, Gembong Wrs. Ketua Fraksi DPRD DKI Jakarta dari PDIP menilai banjir Jakarta terjadi karena Pemprov tidak melakukan apa pun selama 3 tahun.

"Pengentasan persoalan banjir, tapi kalau mau jujur, sudah hampir 3 tahun ini Pemprov DKI tidak melakukan apa-apa, kecuali menjalankan program-program rutin, misalnya pengerukan waduk dan kali.” (Detiknews, Sabtu, 20 Feb 2021 07:30 WIB).

Data Banjir di DKI

 

Untuk membenarkan atau membantah pernyataan kedua tokoh PDIP, saya menganalisis data “Banjir Jakarta Dalam Angka” yang disajikan BPBD DKI 20 Februari 2021.

Data banjir di DKI Jakarta 17 Jan 2013, 11 Feb 2015, 1Jan 2020 dan 20 Feb 2021.

Banjir 17 Jan 2013– Curah hujan tertinggi (mm/hari) 100– RW Tergenang 599– Luas area tergenang (km2) 240– Area strategis banjir ya– Pengungsi 90.913– Jumlah lokasi pengungsian 1250– Korban meninggal 40-. Waktu surut 95% genangan air (hari) 7 hari

Banjir 11 Feb 2015 – Curah hujan tertinggi (mm/hari) 277– RW Tergenang 702– Luas area tergenang (km2) 281– Area strategis banjir ya– Pengungsi 45.813– Jumlah lokasi pengungsian 409– Korban meninggal 5-. Waktu surut 95% genangan air (hari) 7 hari

Banjir 1 Jan 2020 – Curah hujan tertinggi (mm/hari) 377– RW Tergenang 390– Luas area tergenang (km2) 156– Area strategis banjir tidak– Pengungsi 36.445– Jumlah lokasi pengungsian 269– Korban meninggal 19-. Waktu surut 95% genangan air (hari) 4 hari

Banjir 20 Feb 2021– Curah hujan tertinggi (mm/hari) 226– RW Tergenang 113– Luas area tergenang (km2) 4– Area strategis banjir tidak– Pengungsi 3.311– Jumlah lokasi pengungsian 44– Korban meninggal 5– Waktu surut 95% genangan air (hari) ditargetkan 6 jam.

Ayo Kita Bersama Pemprov DKI Jakarta Kurangi Banjir

 

Berdasarkan data banjir di atas dapat dikemukakan bahwa Pemprov DKI Jakarta dan jajarannya sangat maksimal secara signifikan menangani banjir di DKI Jakarta.

1) Karena Pemprov DKI Jakarta, area strategis seperti jalan MH Thamrin, Monas dan Istana Negara tidak banjir. Walaupun intensitas curah hujan tahun 2020 setinggi 377 mm dan tahun 2021 setinggi 226 mm.

Pada tahun 2013, curah hujan tertinggi 100 mm dan tahun 2015, setinggi 277 mm, tetapi area strategis seperti jalan MH Thamrin, Monas dan Istana Negara banjir.

2). Karena Pemprov DKI Jakarta, jumlah RW yang tergenang banjir tahun 2020 sebanyak 390. Bandingkan dengan curah hujan 100 mm/hari tahun 2013, jumlah RW tergenang banjir sebanyak 599.

3) Luas area tergenang banjir di masa Anies memimpin DKI tahun 2020 seluas 156 km, tahun 2021 seluas 4 km. Bandingkan tahun 2013 sebanyak 240 Km2. Banjir tahun 2015, luas area yang tergenang 281 Km2.

4) Jumlah pengungsi banjir pada tahun 2020 sebanyak 36.445, dan tahun 2021 sebanyak 3.311 orang. Bandingkan pengungsi akibat Banjir tahun 2013 sebanyak 90.913 dan tahun 2015 sebanyak 45.813 orang.

Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa Pemprov. DKI Jakarta dan jajarannya sudah memaksimalkan pengurangan banjir di DKI. Walaupun begitu, sangat dibutuhkan bantuan dari semua pihak untuk menuntaskan banjir di Jakarta.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani