Netral English Netral Mandarin
19:00wib
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melarang kegiatan buka puasa bersama saat ramadan seiring dengan pandemi Covid-19. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan melarang total operasi semua moda transportasi darat, laut, udara, kereta pada 6 Mei-17 Meri 2021.
Soal Banjir Semarang, Ganjar Salahkan Diri Sendiri Bukan Air Kiriman atau Hujan, Faldo: Salut Buat Mas Ganjar, Punya Prinsip Ksatria

Rabu, 24-Februari-2021 21:40

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) dan Politisi Faldo Maldini
Foto : Istimewa
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) dan Politisi Faldo Maldini
17

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Politisi muda Faldo Maldini memberikan pujian untuk Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo karena berani bersikap ksatria menanggung kesalahan setelah Kota Semarang dilanda banjir parah belum lama ini.

Menurut Faldo, yang ditunjukkan Ganjar adalah sikap ksatria dan itu bisa jadi teladan bagi anak muda.

“Sesalah-salahnya bawahan, itu adalah salah atasannya. Itu prinsip kesatria. Menyalahkan bawahan bukan sesuatu yang sulit, bahkan Gub DKI bisa ganti bawahan. Ini soal sikap.

Salut buat Mas @ganjarpranowo, yang menjadi teladan bagi anak muda.” tulis Faldo di akun Twitternya, Rabu (24/2/2021).

Ganjar menganggap dirinya orang yang paling bersalah saat menjawab saat membalas pernyataan warganet di Twitter. Warganet itu mulanya mengomentari video unggahan Ganjar yang memperlihatkan Stasiun Pompa Kalibaru, Semarang.

"Padahal kalau mau pak @ganjarpranowo bisa menyalahkan walikota lalu salahkan air kiriman Ungaran," cuit akun @aditya180204 Selasa (23/2) malam.

Ganjar kemudian membalas cuitan akun tersebut. "Saya yang salah. Yang lain sudah bekerja dengan baik," timpal Ganjar.

Banjir Jateng, terutama di Semarang kembali jadi sorotan. Apalagi usai Kantor Ganjar ikut terendam usai hujan selama dua jam pada Selasa (23/2) petang.

Banjir merendam Kantor Ganjar dengan ketinggian air antara 10-50 centimeter. Air banjir menggenangi lantai 1 Gedung B dan selasar penghubung ke Gedung A.

Banjir juga merendam Stasiun Tawang Semarang di area ruang tunggu, peron, hingga jalur rel tempat kereta berhenti. Kondisi ini membuat Stasiun Tawang kembali lumpuh dan tidak beroperasi.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Nazaruli