Netral English Netral Mandarin
17:11wib
Ebrahim Raisi dinyatakan sebagai presiden terpilih Iran setelah penghitungan suara pada Sabtu (19/6/2021). Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito terkonfirmasi positif Covid-19 menyusul aktivitasnya yang padat dalam dua pekan terakhir ini.
Soal Bipang, PKS: Presiden 'Terjebak', Dipermalukan oleh Pembantunya di Hadapan Rakyat

Minggu, 09-Mei-2021 21:37

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera
Foto : Istimewa
Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera
3

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menilai, Presiden Joko Widodo (Jokowi) 'terjebak' dan dipermalukan oleh pembantunya di hadapan rakyat Muslim Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Mardani mengomentari viralnya video pernyataan Presiden Jokowi yang mengajak masyarakat membeli babi panggang (Bipang) Ambawang secara online di tengah larangan mudik Lebaran 2021.

"Presiden Indonesia "terjebak" dipermalukan oleh pembantunya dihadapan rakyat muslim Indonesia," tulis Mardani di akun Twitternya, Minggu (9/5/2021).

Uniknya, lanjut Anggota Komisi II DPR itu, para pendengung atau buzzer mendukung Jokowi 'dijebak' untuk promosi kuliner Bipang buat libur Lebaran dengan dalih 'presiden semua agama'.

"Dan uniknya para buzzer mendukung presiden dijebak untuk promosi makanan Lebaran dengan alasan: dia presiden semua agama," cuit @MardaniAliSera.

"Sambil senyum lihat kuliner Istana, Tetap fokus #SkandalNasionalKPK," pungkas Mardani.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengajak masyarakat membeli kuliner Nusantara secara online di tengah larangan mudik Lebaran 2021. Salah satu kuliner yang dipromosikan Jokowi adalah Bipang Ambawang.

Ajakan Presiden Jokowi itu disampaikan dalam video peringatan Hari Bangga Buatan Indonesia yang diunggah di akun YouTube Kementerian Perdagangan pada (5/5/2021).

"Bapak/Ibu dan Saudara-saudara sekalian, sebentar lagi Lebaran. Namun, karena masih dalam suasana pandemi, pemerintah melarang mudik untuk keselamatan kita bersama," kata Jokowi dalam video tersebut.

"Nah, untuk Bapak/Ibu dan Saudara- saudara yang rindu kuliner khas daerah atau yang biasannya mudik membawa oleh-oleh, tidak perlu ragu untuk memesannya secara online. Yang rindu makan gudeg Jogja, bandeng Semarang, siomay Bandung, empek-empek Palembang, bipang Ambawang dari Kalimantan dan lain-lainnya, tinggal pesan, dan makanan kesukaan akan diantar sampai ke rumah," ujar Presiden.

Setelah video Presiden Jokowi mempromosikan Bipang Ambawang viral dan menuai kritik hingga cibiran dari banyak pihak, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi angkat bicara untuk mengklarifikasi hal tersebut.

Lutfi menjelaskan bahwa konteks pernyataan Presiden Jokowi dalam video Hari Bangga Buatan Indonesia itu ditujukan kepada seluruh masyarakat Indonesia yang terdiri atas beragam suku, dan memiliki kekayaan produk kuliner nusantara.

"Berkaitan dengan pernyataan mengenai Bipang Ambawang, kita harus melihat dalam konteks secara keseluruhan. Pernyataan Bapak Presiden ada dalam video yang mengajak masyarakat Indonesia untuk mencintai dan juga membeli produk lokal," kata Lutfi melalui video yang diunggah di akun YouTube Kementerian Perdagangan, Sabtu (8/5/2021).

"Pernyataan Bapak Presiden tersebut ditujukan kepada seluruh masyarakat Indonesia, yang terdiri atas beragam suku, agama, dan budaya. Yang memiliki kekayaan kuliner Nusantara dari berbagai daerah. Setiap makanan memiliki kekhasan dan menjadi makanan favorit lokal," sambungnya.

Lutfi menegaskan, jika semua kuliner yang disebutkan Presiden Jokowi dalam video, termasuk Bipang, adalah untuk mempromosikan kuliner Nusantara yang sangat beragam.

"Jadi, sekali lagi, kuliner khas daerah yang disebut Bapak Presiden dalam video tersebut adalah untuk mempromosikan kuliner Nusantara yang memang sangat beragam. Tentu kuliner tersebut dikonsumsi, disukai oleh berbagai kelompok masyarakat yang juga beragam," ungkapnya.

"Mari, kita bangga dan mempromosikan kuliner Nusantara yang beragam, sehingga bisa menggerakkan ekonomi, terutama UMKM," tandas Lutfi.

Kendati demikian, Lutfi tetap meminta maaf kepada masyarakat Indonesia. Sebab, video tersebut merupakan bagian dari acara Kementerian Perdagangan. Ia mengatakan, tidak ada maksud apapun dari pernyataan Presiden mempromosikan Bipang Ambawang.

"Meski demikian, kami dari Kementerian Perdagangan selaku penanggung jawab acara tersebut sekali lagi memastikan tidak ada maksud apa pun dari pernyataan Bapak Presiden," ucap dia.

"Kami mohon maaf sebesar-besarnya jika terjadi kesalahpahaman. Karena niat kami hanya ingin agar kita semua bangga terhadap produksi dalam negeri. Termasuk berbagai kuliner khas daerah dan menghargai keberagaman bangsa kita," pungkas Lutfi. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati