Netral English Netral Mandarin
05:09wib
Enam belas tim telah memastikan lolos ke babak 16 besar Euro 2020 (Euro 2021) usai berlangsungnya matchday terakhir penyisihan grup, Kamis (24/6) dini hari WIB. Sejumlah daerah di provinsi Jawa Tengah, DKI Jakarta, Jawa Timur, dan DI Yogyakarta masuk kategori zona merah atau wilayah dengan risiko tinggi penularan virus corona (covid-19) dalam sepekan terakhir
Soal Bipang, Teddy: Kenapa Pembantu Presiden Minta Maaf? Apa Masalahnya, Gak Ada Kan?

Senin, 10-Mei-2021 12:15

Dewan Pakar PKPI, Teddy Gusnaidi
Foto : Twitter
Dewan Pakar PKPI, Teddy Gusnaidi
6

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mantan Dewan Pakar PKPI, Teddy Gusnaidi mempertanyakan sikap Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Luthfi yang mengklarifikasi dan meminta maaf atas pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempromosikan babi panggang (Bipang) Ambawang.

Alasan Teddy mempertanyakan hal itu, karena menurutnya tidak ada yang salah dengan pernyataan Presiden yang mengajak masyarakat untuk membeli kuliner Nusantara secara online termasuk Bipang yang merupakan makanan khas Kalimantan Barat.

"Kenapa para pembantu Presiden harus minta maaf & klarifikasi terkait ada pernyataan Pak @Jokowi soal Bipang (Babi Panggang) Ambawang dalam mempromosikan untuk membeli makanan daerah secara online?" tulis Teddy di akun Twitternya, seperti dilihat netralnews.com, Senin (10/5/2021).

"Apa masalahnya? Gak ada kan? Wong itu makanan khas daerah kok. Ini Indonesia bos! (emoji senyum)," cuit @TeddyGusnaidi.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengajak masyarakat membeli kuliner Nusantara secara online di tengah larangan mudik Lebaran 2021. Salah satu kuliner yang dipromosikan Jokowi adalah Bipang Ambawang.

Ajakan Presiden Jokowi itu disampaikan dalam video peringatan Hari Bangga Buatan Indonesia yang diunggah di akun YouTube Kementerian Perdagangan pada (5/5/2021).

"Bapak/Ibu dan Saudara-saudara sekalian, sebentar lagi Lebaran. Namun, karena masih dalam suasana pandemi, pemerintah melarang mudik untuk keselamatan kita bersama," kata Jokowi dalam video tersebut.

"Nah, untuk Bapak/Ibu dan Saudara- saudara yang rindu kuliner khas daerah atau yang biasannya mudik membawa oleh-oleh, tidak perlu ragu untuk memesannya secara online. Yang rindu makan gudeg Jogja, bandeng Semarang, siomay Bandung, empek-empek Palembang, bipang Ambawang dari Kalimantan dan lain-lainnya, tinggal pesan, dan makanan kesukaan akan diantar sampai ke rumah," ujar Presiden.

Setelah video Presiden Jokowi mempromosikan Bipang Ambawang viral dan menuai kritik hingga cibiran dari banyak pihak, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi angkat bicara untuk mengklarifikasi hal tersebut.

Lutfi menjelaskan bahwa konteks pernyataan Presiden Jokowi dalam video Hari Bangga Buatan Indonesia itu ditujukan kepada seluruh masyarakat Indonesia yang terdiri atas beragam suku, dan memiliki kekayaan produk kuliner nusantara.

"Berkaitan dengan pernyataan mengenai Bipang Ambawang, kita harus melihat dalam konteks secara keseluruhan. Pernyataan Bapak Presiden ada dalam video yang mengajak masyarakat Indonesia untuk mencintai dan juga membeli produk lokal," kata Lutfi melalui video yang diunggah di akun YouTube Kementerian Perdagangan, Sabtu (8/5/2021).

"Pernyataan Bapak Presiden tersebut ditujukan kepada seluruh masyarakat Indonesia, yang terdiri atas beragam suku, agama, dan budaya. Yang memiliki kekayaan kuliner Nusantara dari berbagai daerah. Setiap makanan memiliki kekhasan dan menjadi makanan favorit lokal," sambungnya.

Lutfi menegaskan, jika semua kuliner yang disebutkan Presiden Jokowi dalam video, termasuk Bipang, adalah untuk mempromosikan kuliner Nusantara yang sangat beragam.

"Jadi, sekali lagi, kuliner khas daerah yang disebut Bapak Presiden dalam video tersebut adalah untuk mempromosikan kuliner Nusantara yang memang sangat beragam. Tentu kuliner tersebut dikonsumsi, disukai oleh berbagai kelompok masyarakat yang juga beragam," ungkapnya.

"Mari, kita bangga dan mempromosikan kuliner Nusantara yang beragam, sehingga bisa menggerakkan ekonomi, terutama UMKM," tandas Lutfi.

Kendati demikian, Lutfi tetap meminta maaf kepada masyarakat Indonesia. Sebab, video tersebut merupakan bagian dari acara Kementerian Perdagangan. Ia mengatakan, tidak ada maksud apapun dari pernyataan Presiden mempromosikan Bipang Ambawang.

"Meski demikian, kami dari Kementerian Perdagangan selaku penanggung jawab acara tersebut sekali lagi memastikan tidak ada maksud apa pun dari pernyataan Bapak Presiden," ucap dia.

"Kami mohon maaf sebesar-besarnya jika terjadi kesalahpahaman. Karena niat kami hanya ingin agar kita semua bangga terhadap produksi dalam negeri. Termasuk berbagai kuliner khas daerah dan menghargai keberagaman bangsa kita," pungkas Lutfi.  

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wahyu Praditya P