Netral English Netral Mandarin
03:25wib
Presiden Joko Widodo mengatakan, kondisi dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian dan persoalan yang lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Sistem perawatan kesehatan Singapura terancam kewalahan menghadapi lonjakan covid-19.
Soal Bom di Kabul, Biden Janji Akan Kebali Gempur ISIS-K

Minggu, 29-Agustus-2021 17:30

Presiden AS, Joe Biden
Foto : Istimewa
Presiden AS, Joe Biden
24

WASHINGTON, NETRALNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berjanji akan kembali menyerang Islamic State Khorasan Province (ISKP) alias Islamic State of Iraq and Syria - Khorasan (ISIS-K), organisasi di Afghanistan yang berafiliasi ke ISIS.

Ancaman tersebut sebagai balasan atas teror bom bunuh diri yang dilakukan organisasi itu di luar Bandara Internasional Hamid Karzai, Kabul, pada Kamis (26/8/2021).

Seperti dilansir Al Jazeera, Minggu (29/8/2021), menyusul serangan itu, Biden mengatakan, situasi di Bandara Internasional Hamid Karzai saat ini masih sangat berbahaya, karena serangan lain tidak menutup kemungkinan akan terjadi dalam beberapa jam ke depan.

"Serangan (kepada ISIS-K) ini bukan yang terakhir. Kami akan terus memburu siapa pun yang terlibat dalam serangan keji di bandara itu, dan kami akan membuat mereka membayar atas apa yang mereka lakukan," kata Biden dalam sebuah pernyataan, Sabtu (28/8/2021) waktu AS.

Ia menjelaskan, komandan tentara AS di Afghanistan memberitahu bahwa serangan baru sangat mungkin terjadi dalam 24-36 jam ke depan.

"Saya mengarahkan mereka untuk mengambil setiap tindakan yang mungkin untuk memprioritaskan perlindungan kekuatan," tegas Biden.

Dua ledakan bom bunuh diri di Bandara Internasional Hamid Karzai pada Kamis telah diakui ISIS-K sebagai pelakunya. Serangan itu menewaskan sedikitnya 175 orang, termasuk 13 tentara AS.

Sebelumnya, pada Sabtu (28/8/2021), Pentagon mengatakan bahwa serangan AS dari udara dengan menggunakan drone di Afghanistan menewaskan dua target ISIS-K, dan seorang lainnya terluka.

Pentagon mengklaim, tidak ada warga sipil yang terluka atau tewas dalam serangan itu.

Pentagon enggan menjelaskan apakah orang-orang yang menjadi sasaran serangan itu memang terlibat langsung dalam pemboman di Bandara Kabul ataukah tidak.

"Mereka adalah perencana dan fasilitator ISIS-K. Itu cukup alasannya," kata juru bicara John Kirby.

Taliban mengutuk keras serangan drone AS terhadap anggota ISIS-K.

Juru bicara Taliban menggambarkan operasi itu sebagai "serangan yang nyata di wilayah Afghanistan".

Zabihullah Mujahid juga mengatakan kepada kantor berita Reuters pada Sabtu, bahwa Taliban diperkirakan akan mengambil kendali penuh bandara Kabul dalam waktu dekat, begitu pasukan AS pergi, dan akan mengumumkan kabinet penuh dalam beberapa hari mendatang.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Irawan HP