3
Netral English Netral Mandarin
13:35 wib
Jajaran pengurus dan kader Partai Demokrat se-Sumatera Utara menolak penyelenggaraan Kongres Luar Biasa (KLB) ilegal yang kabarnya digelar di salah satu hotel di Kabupaten Deli Serdang. Presiden Jokowi meminta Kementerian Perdagangan untuk gencar mengkampanyekan slogan cinta produk-produk Indonesia, sekaligus benci produk luar negeri.
Soal Buzzer, Elit PKPI Sebut Pengkritik yang Tak Mau Dikritik Adalah Pengecut

Sabtu, 13-Februari-2021 01:15

Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi
Foto : Istimewa
Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi
1

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi mengomentari fenomena buzzer yang dipersoalkan sejumlah tokoh dan politisi oposisi karena menganggap buzzer menyerang para pengkritik pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). 

Menurut Teddy, yang menjadi masalah bukan pada buzzer tapi para pengkritik yang hanya bisa mengkritik namun tidak terima ketika diserang balik dengan kritik. 

"Ini sebenarnya bukan masalah Buzzer, tapi masalah Pengkritik dan Pelaku pidana. Saat ini ada pihak yang maunya mengkritik dan menghina tapi tidak mau dikritik dan dihina. Itu saja, gak ada yang lain," tulis Teddy di akun Twitternya, Kamis (11/2/2021). 

Sebagai contoh, ia menyinggung ekonom senior Kwik Kian Gie yang baru-baru ini mengaku sangat ketakutan mengemukakan pendapat di media sosial gara-gara diserang  habis-habisan oleh buzzer.

"Misalnya Kwik Kian Gie, mungkin dia tidak bisa menerima kritik ketika dia melakukan kritik," tulis @TeddyGusnaidi.

Teddy melanjutkan, apa yang disampaikan para pengkritik belum tentu benar. Karenanya, harus siap menerima jika ada yang balik mengkritik, bukan malah menyalahkan pihak lain. 

"Orang yang melakukan kritik, bukan berarti orang yang sudah pasti benar, bisa saja salah. Kritik yang salah maka akan dikritik. Ketika tidak bisa menerima kritikan atas kritik dan tidak mampu menyanggah kritikan atas kritikannya, akhirnya frustasi, tidak terima salah, lalu menyalahkan pihak lain," katanya. 

Lebih lanjut, Teddy menilai bahwa pengkritik yang tidak bisa menerima kritik adalah pengecut dan merasa paling benar. 

"Kita tidak biasa menerima kritikan atas kritikan kita, itu bagian dari sikap pengecut, merasa paling benar, tapi tidak punya dasar mengkritik, hanya berdasarkan ketidaksukaan, sehingga ketika kritikan tanpa dasar itu dikritik, tidak siap, mengakui salah malu, akhirnya merengek," tandas @TeddyGusnaidi.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli