Netral English Netral Mandarin
19:59wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
Soal Cat Ulang Pesawat Presiden, PKS: Tidak Bijak, Pemimpin Harus Punya Standar Moral dan Etika

Kamis, 05-Agustus-2021 05:18

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera
Foto : DPR.goid
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera
25

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengkritik pemerintah terkait pengecatan ulang pesawat kepresidenan yang memakan anggaran hingga Rp2 miliar.

Menurut Mardani, mengecat pesawat kepresidenan di tengah pandemi Covid-19 ini bukanlah kebijakan yang bijak. Ia juga menyinggung soal standar moral dan etika pemimpin bangsa ini.

"Mengecat pesawat kepresidenan di masa pandemi tidak bijak. Pemimpin mesti punya standar moral dan etika yang betul-betul lembut dan mudah terenyuh," tulis Mardani di akun Twitter-nya, Rabu (4/8/2021).

Mardani berpendapat, pergantian cat pesawat kepresidenan itu seharusnya bisa ditunda dan anggarannya dialihkan bagi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

"Mestinya bisa dibilang tunda atau alihkan bagi masyarakat yang lebih perlu," kata Anggota Komisi II DPR itu.

"Banyak sekali PHK, banyak sekali masyarakat yang tidak bisa jualan, banyak sekali masyarakat yg tidak bisa bekerja," jelas Mardani.

Lebih jauh, Mardani mengingatkan pemerintah untuk memberi contoh sebagai ayah bagi rakyat, di mana keputusan yang dibuat harus berpihak pada rakyat dan mengutamakan hal-hal yang urgen apalagi di masa pandemi seperti sekarang.

"Ayo pemimpin contohkan menjadi ayah bagi rakyatnya. Jangan rakyatnya susah, pemimpin mengecat sesuatu yang tidak urgent dan tidak primary need," pungkas Mardani.

Sebelumnya, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono menyampaikan bahwa pengecatan pesawat kepresidenan telah direncanakan sejak 2019.

Pengecatan dilakukan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-75 Republik Indonesia pada 2020.

Selain pengecatan ulang Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 atau Pesawat BBJ 2, ada dua pesawat lain yang juga dicat ulang, yakni Heli Super Puma dan Pesawat RJ. 

"Proses pengecatan sendiri merupakan pekerjaan satu paket dengan Heli Super Puma dan pesawat RJ," kata Heru dalam keterangan tertulis, Selasa (3/8/2021).

Heru menyampaikan tiga pesawat itu tidak dicat dalam waktu bersamaan. Helikopter Super Puma dan pesawat RJ sudah dicat terlebih dulu.

Pasalnya, pada tahun 2019 pesawat kepresidenan belum memasuki jadwal perawatan rutin, sehingga lebih dulu dilakukan pengecatan Heli Super Puma dan pesawat RJ. 

Lebih lanjut, Heru juga membantah anggapan bahwa pengecatan pesawat tersebut menghamburkan uang negara.

"Perlu kami jelaskan bahwa alokasi (anggaran) untuk perawatan dan pengecatan sudah dialokasikan dalam APBN," jelasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli