Netral English Netral Mandarin
banner paskah
01:53wib
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyetujui penggunaan izin darurat (emergency use authorization/EUA) vaksin Covid-19 Sinopharm dengan efikasi 78,1 persen. Satgas Penanganan Covid-19 menyatakan bahwa mudik Lebaran 2021, baik itu jarak jauh maupun jarak dekat, tetap ditiadakan.
Soal Demo HMI MPO 'Seret Anies ke KPK', Ferdinand Sindir Musni Umar: Punya Harga Diri Dikit

Rabu, 07-April-2021 15:00

Ferdinand Hutahaean
Foto : Istimewa
Ferdinand Hutahaean
19

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sejumlah massa mengatasnamakan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Majelis Penyelamat Organisasi (MPO) se-Jakarta  menggelar unjuk rasa di Balai Kota Jakarta pada Selasa (6/4/2021) kemarin.

Dalam aksinya, massa menuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut dugaan keterlibatan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dalam kasus korupsi pengadaan lahan rumah DP 0 Rupiah dan pengadaan alat fitnes GOR Jakarta Barat.

Terkait adanya aksi HMI MPO itu, mantan politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menyindir Rektor Universitas Ibnu Chaldun (UIC) Musni Umar yang telah menudingnya menyebarkan berita bohong atau hoax karena mengunggah poster berisi seruan aksi dari HMI MPO di akun Twitternya beberapa hari lalu.  

"Hei @musniumar kau ngga lihat ini apa? Sembarangan nuduh menebar hoax," tulis Ferdinand di akun Twitternya, Rabu (7/4/2021).

 Ia menautkan unggahan video dari salah satu netizen saat HMI MPO geruduk Balai Kota Jakarta kemarin.

"Saya jadi tak heran memang kalau ngetik nama Musni Umar di google yang keluar teratas itu apa," sindir @FerdinandHaean3.

Ferdinand lantas mengingatkan Musni Umar supaya tidak berlebihan dalam menbela Gubernur Anies. "Coba Mus, jangan gitu-gitu banget belain Anies, punya harga diri sedikit," cuitannya.

Sebelumnya diberitakan, poster seruan aksi dari HMI MPO se-Jakarta di Balaikota DKI pada Selasa (6/4/2021), sempat beredar luas di media sosial. Selebaran itu bertuliskan "Geruduk Balaikota, Seret Anies ke KPK".

Poster itu juga diunggah Ferdinand di akun Twitternya, Minggu (4/4/2021). Dalam cuitannya, Ferdinand mengaku tidak mengetahui apakah poster itu benar atau tidak. Namun jika undangan aksi 'seret Anies ke KPK' itu benar, lanjut Ferdinand, dirinya akan hadir untuk memberi dukungan.

"Saya tidak tahu ini benar atau tidak, belum dapat info akurat. Tapi kalau ini benar, saya ingin turut serta hadir memberi dukungan!" cuit @FerdinandHaean3.

Mengomentari hal itu, sosiolog Musni Umar menyatakan mengutuk keras pihak yang menyebarkan berita bohong dan fitnah terhadap Gubernur Anies.

Musni menyampaikan itu di akun Twitternya dengan menautkan tangkapan layar artikel dari salah satu media daring dengan judul berita 'Geger! Beredar Seruan Tangkap Mas Anies Selasa Besok, Disebar Sama Ferdinand...'.

"Saya kutuk keras yang sebarkan berita   bohong dan fitnah terhadap Gub. Anies," tegas @musniumar, Selasa (6/4/2021).  

Menurut Musni, aparat penegak hukum harusnya menindak pihak yang telah menyebar hoaks soal aksi seret Anies ke KPK.

"Kalau hukum ditegakkan, penyebar hoax ini sudah berurusan aparat. Janganlah karena kebencian membuat kamu tidak bisa berkata benar dan jujur," katanya. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati