Netral English Netral Mandarin
03:34wib
Relawan Sahabat Ganjar kembali melakukan deklarasi mendukung Ganjar Pranowo untuk maju sebagai calon presiden 2024. Penembakan seorang ustad bernama Armand alias Alex di depan rumahnya Jalan Nean Saba, Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Tangerang hingga kini masih menjadi misteri.
Soal Demo Tolak PPKM, Pengamat: Ini Aksi Solidaritas Publik

Sabtu, 24-Juli-2021 21:50

Pengamat politik Jerry Massie
Foto : Istimewa
Pengamat politik Jerry Massie
15

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pengamat politik Jerry Massie mengomentari beredarnya undangan demo menolak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Istana Negara, Jakarta.

Menurutnya, ajakan aksi menolak PPKM merupakan solidaritas publik yang merasa jenuh dengan banyaknya kebijakan dan istilah pengetatan yang dibuat pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19, namun aplikasi dan hasil di lapangan tidak efektif.

Jerry sendiri mengaku lebih setuju kalau pemerintah menerapkan lockdown ketimbang PPKM Darurat atau PPKM level 4 seperti sekarang ini.

"Ini aksi solidaritas publik dengan menolak PPKM. Sebetulnya saya lebih setuju dengan lockdown bukan PPKM ini sudah ada PPKM Mikro, darurat baru muncul level 1-4," kata Jerry kepada netralnews.com, Sabtu (24/7/2021).

"Istilah terlalu banyak tapi aplikasi di lapangan itu-itu saja. Banyak yang mengeluhkan akan PPKM ini, publik beralasan mau tinggal di rumah tak beraktifitas cukup berat lantaran tak bisa makan," ujarnya.

Menurutnya, jika pemerintah memenuhi kebutuhan logistik warga di masa PPKM ini, mungkin rakyat tidak akan protes seperti sekarang bahkan ingin menggelar demo menolak PPKM.

"Tapi kalau logistik disiapkan maka mereka bisa betah di rumah. Bahasa kasarnya rakyat bisa mati kalau logistik tak ada," ujar Direktur Eksekutif Political and Policy Public Studies (P3S) itu.

"Kalau lockdown semua keperluan dan kebutuhan masyarakat ditanggung pemerintah, barangkali inilah pemerintah enggan untuk lockdown," jelas Jerry.

Sebelumnya, beredar di media sosial poster Seruan Aksi Nasional bertajuk 'Jokowi End Game'. Poster tersebut berisi ajakan kepada masyarakat untuk turun ke jalan menolak kebijakan PPKM.

Dalam poster itu disebutkan aksi Jokowi End Game akan digelar pada 24 Juli 2021 hari ini, dengan melakukan long march dari Glodok ke Istana Negara, Jakarta Pusat.

“Seruan Aksi Nasional Jokowi End Game: mengundang seluruh elemen masyarakat!! Untuk turun ke jalan menolak PPKM dan menghancurkan oligarki istana beserta jajarannya,” demikian seruan dalam poster yang beredar pada Sabtu (24/7/2021).

Meski poster ajakan aksi itu sempat menghebohkan publik, namun hingga Kamis sore, tidak ada massa yang akan datang unjuk rasa Jokowi End Game di sekitar Istana. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli