Netral English Netral Mandarin
20:41wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
Soal Densus 88, Muannas Sindir Fadli Zon: Baru Ada Wakil Rakyat yang 'Gelisah' Kalau Rakyatnya Hidup Tenang

Jumat, 08-Oktober-2021 07:50

Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid,
Foto : Istimewa
Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid,
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid, merasa heran dengan Anggota Komisi I DPR, Fadli Zon, yang mengusulkan agar Detasemen Khusus (densus) 88 Antiteror Polri dibubarkan.

Padahal, sepak terjang Densus 88 dalam memerangi terorisme di Tanah Air, telah dirasakan manfaatnya oleh rakyat.

Menurut Muannas, baru kali ini ada wakil rakyat yang begitu 'gelisah' saat rakyatnya hidup tenang seperti hari ini.

"Baru ada wakil rakyat begitu ‘gelisah’ kalo rakyatnya tidur nyenyak dan hidup tenang seperti hari ini," tulis Muannas di akun Twitter-nya, seperti dilihat netralnews.com Jumat (8/10/2021).

Sebelumnya, Fadli Zon mengkritik pernyataan Direktur Pencegahan Densus 88 Anti Teror Kombes Pol. M. Rosidi yang mengaitkan kemenangan Taliban di Afganistan dengan propaganda teroris di Indonesia.

Fadli menilai, narasi itu berbau Islamophobia dan rakyat tak lagi percaya. Karenanya, ia menyarankan agar Densus 88 dibubarkan saja.

"Narasi semacam ini tak akan dipercaya rakyat lagi, berbau Islamifobia. Dunia sudah berubah, sebaiknya Densus 88 ini dibubarkan saja. Teroris memang harus diberantas, tapi jangan dijadikan komoditas," tulis Fadli di akun Twitter-nya, Selasa (5/10/2021).

Menyambung usulan pembubaran Densus 88, Fadli pada cuitan lainnya menyebut bahwa sudah terlalu banyak lembaga yang menangani terorisme.

Fadli berpendapat, persoalan terorisme di Indonesia cukup ditangani oleh kepada Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

"Menurut saya sudah terlalu banyak lembaga yang tangani terorisme. Harusnya @BNPTRI saja," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu.

Lebih jauh, Fadli juga mengkritik kerja lembaga pemberantasan terorisme di Indonesia yang hingga saat ini belum mampu menyelesaikan masalah teroris separatis.

"Teroris separatis yang jelas-jelas menantang RI harusnya yang jadi prioritas tapi tak bisa ditangani," ungkap @fadlizon.

Di akhir cuitannya, Fadli mengingatkan soal dampak dari narasi Islamofobia yang terus digulirkan. "Jangan selalu mengembangkan narasi Islamofobia yang bisa memecahbelah bangsa," pungkasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati