Netral English Netral Mandarin
10:38wib
Pemerintah Indonesia kritik Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang luput menyoroti kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di negara-negara maju. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin pada Sabtu (25/9/2021) dini hari.
Soal Fasilitas Isoman di Hotel bagi Anggota DPR, Legislator Golkar: Ini Solusi Terbaik, Sangat Positif

Kamis, 29-Juli-2021 22:41

Anggota DPR Firman Soebagyo
Foto : DPR.goid
Anggota DPR Firman Soebagyo
21

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Anggota DPR Firman Soebagyo mendukung rencana Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR menyiapkan fasilitas hotel untuk isolasi mandiri (isoman) anggota DPR hingga staf yang positif Covid-19. 

Menurutnya, hal itu sangat membantu di tengah penuhnya ketersediaan kamar rawat inap di rumah sakit rujukan akibat meningkatnya kasus positif Covid-19 akhir-akhir ini.

"Jadi mengenai rencana isoman di hotel ini harus diapresiasi kepada Sekjen DPR karena telah mencari solusi dan alternatif bagi anggota DPR yang terdampak pandemi Covid-19 yang tidak mendapatkan tempat untuk perawatan di RS karena sudah penuh semua," kata Firman kepada wartawan, Rabu (28/7/2021).

Firman menilai, gagasan memfasilitasi anggota legislator yang terpapar Covid-19 ke hotel merupakan solusi terbaik dan lebih rasional ketimbang usulan dari salah satu parpol kepada pemerintah untuk membuat rumah sakit khusus pejabat.

Terkait dengan anggaran untuk isoman anggota DPR maupun staf di hotel, legislator Golkar ini mengatakan bahwa hal itu sudah diperhitungkan dengan matang.

Menurutnya, selama ini DPR melakukan penghematan anggaran dan itu bisa dialihkan untuk penyediaan fasilitas hotel bagi dewan yang menjalani isoman.

Anggaran yang bisa dialihkan itu seperti anggaran kunjungan kerja hingga anggaran rapat yang tidak terpakai selama periode PPKM.

"Anggaran DPR pun sudah di-refocusing oleh Kementerian Keuangan sebesar Rp 178 miliar untuk mendukung penanganan pandemi Covid-19. Jadi, ini semua anggaran refocusing untuk mengatasi pandemi Covid-19 ini," ujar Firman.

"Selama PPKM diberlakukan DPR tidak ada aktifitas kedewanan seperti kunjungan dan rapat-rapat, anggarannya dicadangkan untuk pembiayaan isoman secara mandiri bila mana terdapat anggota dewan yang terdampak dan positif sampai perlu isolasi mandiri. Menurut saya ini sangat positif," jelasnya.

Karena itu, Firman menghimbau agar kebijakan Setjen DPR ini tidak perlu dipersoalkan apalagi dipolitisasi. Pasalnya, ia menyebut kebijakan itu semata-mata soal masalah kesehatan dan kemanusiaan.

"Apakah tidak boleh kalau DPR memikirkan nasib anggota dan karyawan yang terpapar harus diselamatkan? Toh semua juga manusia biasa," Tegas Firman.

Lebih jauh, Firman mengajak masyarakat agar mendukung berbagai kebijakan yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi pandemi Covid-19.

"Mari kita sama sama bergandengan tangan bersama pemerintah untuk mengatasi pandemi yang belum tau kapan berakhirnya dan ujungnya seperti apa," pungkasnya.

Seperti diberitakan, Setjen DPR menerbitkan surat tentang fasilitas hotel berbintang bagi para anggota parlemen yang menjalani isolasi mandiri jika dinyatakan positif terpapar Covid-19 OTG dan gejala ringan.

Keputusan tersebut dituangkan dalam surat bernomor SJ/09596/SETJEN DPR RI/DA/07/2021 yang ditandatangani Sekretaris Jenderal Indra Iskandar.

Dalam surat tertanggal 26 Juli 2021 itu tertulis bahwa Setjen telah kerja sama dengan beberapa hotel untuk menyediakan fasilitas isolasi dan karantina bagi anggota legislator.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli