Netral English Netral Mandarin
22:22wib
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mewacanakan mengganti maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan Pelita Air milik PT Pertamina (Persero). Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar unjuk rasa mengevaluasi 2 tahun kinerja Jokowi-Ma'ruf bersama Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Kamis (28/10).
Soal Formula E, Musni: PDIP dan PSI Tak Ingin Anies Jadi Presiden, Serangan Mereka Tak Pernah Efektif

Kamis, 09-September-2021 11:00

Rektor Universitas Ibnu Chaldun (UIC) Musni Umar
Foto : Kumparan
Rektor Universitas Ibnu Chaldun (UIC) Musni Umar
19

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sosiolog Musni Umar kembali menyoroti soal wacana hak interpelasi kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait rencana Formula E di ibu kota yang digulirkan oleh Fraksi PDIP dan PSI DPRD DKI.

Musni berpendapat, interpelasi Formula E yang diajukan PDIP dan PSI sarat muatan politis dengan tujuan untuk menghancurkan kredibilitas Gubernur Anies.

"Untuk menghancurkan kredibilitas Anies Baswedan, mereka melakukan apapun juga walaupun menghalalkan segala cara," kata Musni dalam tulisan yang diunggah di websitenya, arahjaya.com, Rabu (8/9/2021).

Menurut Rektor Universitas Ibnu Chaldun (UIC) itu, PSI dan PDIP tidak ingin Anies menjadi presiden pada Pilpres 2024 mendatang.

"Mengapa fraksi PDIP dan PSI DPRD DKI Jakarta selalu beroposisi dengan Gubernur DKI Jakarta? Jawabannya, kedua partai itu tidak menginginkan kalau Anies Baswedan yang memiliki potensi menjadi Presiden RI 2024," ujarnya.

Oleh karena itu, Musni menyebut PDIP dan PSI terus menyerang Anies Baswedan. Namun, lanjutnya, serangan dua partai tidak pernah efektif.

"Faktanya, semua lembaga survei yang melakukan survei selalu menempatkan Anies pada tiga besar sebagai kandidat RI tahun 2024," ungkapnya.

Lebih jauh, Musni mengatakan bahwa Anies tidak pernah membalas berbagai serangan terhadap dirinya, pun dengan caci maki dan hinaan dari orang-orang yang membenci dia.

Anies, tambah Musni, hanya fokus bekerja menangani pandemi Covid-19 dan membangun Jakarta seperti slogan yang digaungkan sejak Pilkada DKI 2017 lalu, yakni 'maju kotanya, bahagia warganya'.

"Padahal Anies tidak pernah berkata tidak baik kepada mereka yang membenci dan menyerang apalagi mencaci maki mereka yang memusuhi dan menghina Anies," ucap dia.

"Anies tetap bekerja untuk mengatasi Covid-19 serta mencari peluang untuk membangun DKI Jakarta sehingga terwujud “Maju Kotanya Bahagia Warganya," pungkas Musni.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli