Netral English Netral Mandarin
07:50wib
Pemerintah Indonesia kritik Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang luput menyoroti kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di negara-negara maju. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin pada Sabtu (25/9/2021) dini hari.
Soal Haji 2021, Dewi Sindir Rocky Gerung: Hanya Manusia Bodoh yang Percaya Sama Halusinasi

Sabtu, 12-Juni-2021 16:00

Pengamat Politik Rocky Gerung
Foto : Istimewa
Pengamat Politik Rocky Gerung
13

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi PDIP Dewi Tanjung menyindir pengamat politik Rocky Gerung yang beberapa hari terakhir jadi sorotan karena komentarnya soal keputusan pemerintah membatalkan pemberangkatan jemaah haji 2021.

Menurut Dewi, pendapat Rocky Gerung soal penyebab pembatalan pemberangkatan jemaah haji sebagai sebuah halusinasi. Menurutnya, hanya orang bodoh yang percaya dengan analisa Rocky Gerung.

Adapun Rocky dalam analisanya menyebut bahwa pembatalan ibadah haji 2021 ada kaitannya dengan isu dana haji, masalah utang, hingga persoalan keuangan di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Bahkan Rocky menilai pemerintah Arab Saudi tengah mengevaluasi relasi politik dengan Indonesia karena sejumlah faktor, di antaranya gara-gara perlakuan pemerintah Indonesia terhadap Habib Rizieq Shihab (HRS) dan penggunaan istilah kadrun (kadal gurun) oleh kelompok 'cebong'.

"Rocky Gerung Manusia Ngga Punya Agama & Ngga Percaya adanya Tuhan Kok sok-sokan mengomentari soal ibadah haji (emoji tertawa). Nyai curiga ini manusia sakaw kehabisan Obat Kale ya," tulis Dewi di akun Twitternya, Sabtu (12/6/2021).

"Hanya manusia Bodoh yang masih percaya Ama Halusinasi manusia SakawDia urus dirinya sendiri belum bener mau urus negara," sindir @DTanjung15.

Sebelumnya, Rocky Gerung mengaitkankeputusan pemerintah membatalkan penyelenggaraan ibadah haji 2021 dengan sejumlah isu, seperti isu dana haji telah digunakan pemerintah untuk pembangunan infrastruktur.

Hal tersebut diutarakan Rocky Gerung dalam video berjudul 'Haji Dibatalkan, Kemana Dana Haji Dialihkan' yang tayang di kanal YouTube miliknya, Sabtu (5/6/2021).

"Kita mau tahu mengapa rakyat justru curiga ini bukan soal kuota, tapi soal duit yang gak ada untuk memberangkatkan jemaah," kata Rocky.

"Rakyat bahkan anggap 'dana gue sudah dipakai bikin jalan tol dan sekarang tolnya bangkrut, di jual ke asing, asing nggak mau beli'," ujarnya.

Rocky pun menduga dana haji bisa saja digunakan untuk bayar utang yang bersifat dolar. "Tapi saya tahu bahwa soalnya bukan sekedar soal rupiah, tapi soal dolar juga, karena rupiah bisa sangat mungkin sudah diagunkan untuk utang yang sifatnya dolar," paparnya.Hal tersebut, menurut Rocky, menunjukkan adanya ketidakjelasan dalam manajemen pengelolaan dana haji. "Terlihat tidak ada kejelasan di dalam manajemen dana haji, bukan hajinya tapi dana hajinya. Nah itu yang jadi sorotan rakyat," ucap dia.

Rocky juga mengaitkan pembatalan pemberangkatan jemaah haji dengan masalah keuangan PT Garuda Indonesi (Persero) Tbk.

"Soal Garuda yang mungkin betul-betul menghitung bahwa 'ya gak bisa lagi kita bawa jemaah dengan konsekuensi perusahaan lagi bangkrut'. Semuanya itu kan di belakang layar sebetulnya dan nggak diucapkan ke publik," imbuhnya.

Selain itu, Rocky juga menyoroti adanya surat dari Kedutaan Besar Arab Saudi  kepada Ketua DPR Puan Maharani yang isinya mengklarifikasi atau membantah pernyataan sejumlah anggota DPR soal kuota haji.

Dalam surat yang dikirim Kamis (3/6/2021), Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Essam bin Abed Al-Thaqafi menjelaskan bahwa otoritas yang berkompeten di Kerajaan Arab Saudi belum mengeluarkan instruksi apa pun terkait pelaksanaan haji 2021, baik untuk jemaah Indonesia maupun jemaah di dunia. 

Rocky menilai, surat tersebut sejatinya menunjukkan bahwasannya Arab Saudi sudah jengah terhadap Indonesia yang kerap menagih kuota haji.

"Jadi logika publik itu bisa berbanding terbalik dengan keresahan DPR. DPR hanya ditegur oleh Dubes dan itu teguran diplomatik yang keras karena dianggap langsung menghajar Ketua DPR tuh. Gak ada lagi lewat Deplu, minta Deplu terangin sebentar atau bikin konferensi pers, tapi ini langsung surat diajukan," ucap dia.

"Kan itu bukan lagi klarifikasi, tapi kejengkelan pemerintah Arab Saudi yang menganggap bahwa 'Indonesia ini kita masih bersiap, kenapa anda tagih cepat- cepat'," tukasnya.

"Jadi kelihatannya ini ada semacam high diplomacy yang mungkin masih disembunyikan oleh dua belah pihak, baik Indonesia apalagi Arab Saudi," beber dosen Ilmu Filsafat itu.

Lebih jauh, Rocky Gerung menilai kalau saat ini Arab Saudi tengah mengevaluasi relasi politik dengan Indonesia. Hal itu, menurutnya terkait dengan eks pentolan FPI Habib Rizieq Shihab (HRS).

Rocky berpendapat, ada semacam rasa bersalah Pemerintah Arab Saudi karena sudah mengizinkan Habib Rizieq pulang ke Indonesia, tetapi kini malah dipenjara. 

"Sebetulnya gak enak juga bagi Pemerintah Arab Saudi mengizinkan Habib Rizieq pulang, yang bertahun-tahun di rawat di situ, terus untuk dihukum. Kan itu semacam guilty feeling (perasaan bersalah) juga," tukas Rocky Gerung. 

"Pemerintah Arab menganggap 'lah kita justru di sini menginginkan Habib Rizieq supaya jadi warga negara lagi di situ. Bukan malah dinyatakan kriminal'. Itu hal-hal yang mesti kita pahami dalam diplomasi tingkat tinggi," jelasnya.

"Lalu ada isu setiap kali orang ngomong 'kadrun, kadrun, kadal gurun, kadal gurun'. Itu kan pemerintah Arab Saudi juga perhatikan lho. Bahwa terus menerus Indonesia memakai istilah yang tidak enak, menghina itu, kenapa disebut kadal gurun dan itu terfokus pada Arab Saudi," 

"Ini keadaan kita, jadi kita jangan sekedar melihat soal dana haji, tapi di belakang itu ada relasi kebudayaan yang juga sedang buruk, terutama karena provokasi dari para cebong-cebong ini yang selalu mengkadrun-kadrunkan orang, itu hal yang buruk sebetulnya. Jadi saya kira isu utamanya kita mesti lihat ke situ," pungkasnya. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati