3
Netral English Netral Mandarin
18:58 wib
Partai Demokrat memecat sejumlah kader yang dianggap terlibat dan mendukung gerakan pengambilalihan kepemimpinan partai atau kudeta. Pertumbuhan jumlah orang kaya raya atau crazy rich di Indonesia diproyeksi bakal melampaui China seiring dengan proses distribusi vaksin Covid-19 dilakukan.
Soal Isu Kudeta di Demokrat, AHY: Insya Allah Gerakan Ini Dapat Ditumpas...

Selasa, 02-Februari-2021 15:20

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono.
Foto : Partai Demokrat
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono.
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan, ada gerakan politik yang ingin mengambilalih kepemimpinan Partai Demokrat secara paksa.

Menurutnya, upaya kudeta kepemimpinan PD itu dilakukan secara sistematis oleh segelintir kader dan mantan kader Demokrat, serta melibatkan pihak luar atau eksternal partai yakni pejabat pemerintahan di lingkaran dekat Presiden Joko Widodo (Jokowi).

AHY menyebut, gerakan tersebut dilakukan oleh lima orang pelaku, yang terdiri dari 1 kader Demokrat aktif, 1 kader yang sudah 6 tahun tidak aktif, 1 mantan kader yang sudah 9 tahun diberhentikan dengan tidak hormat dari partai, karena menjalani hukuman akibat korupsi, dan 1 mantan kader yang telah keluar dari partai 3 tahun yang lalu.

"Sedangkan yang non kader partai adalah seorang pejabat tinggi pemerintahan. Sedang kami mintakan konfirmasi dan klarifikasi kepada Presiden Joko Widodo," kata AHY dalam konferensi pers, Senin (1/2/2021).

AHY menyebut konsep dan rencana yang dipilih para pelaku untuk mengganti dengan paksa Ketum PD yang sah, adalah dengan menyelenggarakan Kongres Luar Biasa (KLB). Ia juga mengatakan bahwa upaya itu dilakukan demi kepentingan politik pada Pemilu 2024.

Atas hal itu, AHY menyatakan bahwa pihaknya akan mempertahankan kedaulatan dan kehormatan Partai Demokrat.

"Dalam upaya mempertahankan apa yang kami miliki tersebut, akan kami tempuh dengan mengindahkan konstitusi dan undang-undang, pranata hukum serta ikhtiar politik, yang bertumpu pada nilai-nilai keadilan, moral dan etika," ucap AHY.

"Tentu kami akan bersikap tegas. Namun, insyallah, Partai Demokrat akan tetap konsisten menggunakan cara-cara yang damai dan berkeadaban, bukan kekerasan dan kegaduhan sosial, yang mungkin saja akan mengganggu situasi nasional, yang tengah menghadapi tantangan pandemi Covid-19 dan krisis ekonomi dewasa ini," sambungnya.

Secara internal, kata AHY, Dewan Kehormatan dan Mahkamah Partai tengah bekerja melalui mekanisme dan proses yang diatur oleh konstitusi partai atau AD & ART, untuk menindaklanjuti laporan atas gerakan ini, sehingga segala sesuatunya dapat kami pertanggungjawabkan.

Bersamaan dengan itu, tambah HY, pihaknya juga telah mengonsolidasikan partai kami yang tengah menghadapi ancaman serius ini.

"Kami sungguh bersyukur karena hakikatnya semua pemimpin dan kader Demokrat menolak dengan tegas; segala niat, upaya dan gerakan untuk mendongkel kepemimpinan Partai Demokrat yangsah," ujarnya.

AHY mengaku telah menerima surat pernyataan kesetiaan dan kebulatan tekad, dari seluruh pimpinan di tingkat daerah dan cabang di seluruh Indonesia, untuk tunduk dan patuh kepada Partai Demokrat dan kepemimpinan hasil Kongres V Partai Demokrat yang sah.

"Dengan kata lain, insya Allah, gerakan ini dapat ditumpas oleh kesetiaan dan kebulatan tekad seluruh pimpinan, baik di tingkat pusat maupun daerah dan cabang, serta para kader Demokrat lainnya di berbagai wilayah," tegasnya.

Lebih lanjut, AHY menginstruksikan kepada seluruh kader Demokrat untuk merapatkan barisan, dan tetap mempertahankan soliditas yang telah terbangun ini, serta terus bersatu, dan senantiasa memperjuangkan harapan rakyat Indonesia.

"Kita jangan gentar menghadapi ujian dantantangan ini, karena meski Demokrat diganggu, justru akan membuat Demokrat semakin kuat. Sejarah mengatakan, tidak ada partai yang kuat, tanpa cobaan yang berat," pungkasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani