3
Netral English Netral Mandarin
22:32 wib
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) beserta keluarga dan stafnya diketahui menerima suntik vaksin virus corona (Covid-19) secara gratis. Pakar menyebut Virtual Police atau Polisi Virtual yang diluncurkan Bareskrim Polri membuat masyarakat takut untuk mengeluarkan pendapat di media sosial.
Soal Isu Siswi Non Muslim Mengggunakan Kerudung, TZ: Waspada Islam Sedang Diporoti

Minggu, 24-January-2021 14:10

Mantan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia MUI, Tengku Zulkarnain
Foto : Istimewa
Mantan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia MUI, Tengku Zulkarnain
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tokoh oposisi Tengku Zulkarnain ikut angkat bicara mengenai isu penggunaan Kerudung atau hijab bagi siswi non muslim di SMU Negeri 2 Padang. Menurutnya kubu yang membenci Islam sengaja menggiring isu ini agar ujungnya umat muslim pun tidak diwajibkan mengggunakan hijab di sekolah.

"Awalnya ditekankan non muslimah TIDAK BOLEH DIPAKSA Pakai Kerudung. Ujungnya Berkerudung adalah himbauan bukan kewajiban.Ujungnya karena himbauan maka muslimah pun boleh TIDAK BERKERUDUNG, karena jika dipaksa akan melanggar HAM...Hemm...Ruwet ...Waspada Islam Diporoti..." Tulis Tengku Zul di akun Twitternya Minggu (24/1/2021).

Kasus ini bermula saat seorang siswi nonmuslim di SMK Negeri 2 Padang, Sumatera Barat, menolak menggunakan jilbab sesuai peraturan sekolah. Atas pemberlakuan peraturan itu, Kepala SMKN 2 Padang, Rusmadi menyampaikan permintaan maaf.

"Dalam menangani dan memfasilitasi keinginan dari ananda Jeni Cahyani kelas X untuk berseragam sekolah yang disebutkan dalam surat pernyataan, saya menyampaikan permohonan maaf atas segala kesalahan dari jajaran serta Bidang Kesiswaan dan Bimbingan Konseling dalam penetapan aturan dan tata cara berpakaian siswi," kata Rusmadi dalam jumpa pers di Padang, Jumat (22/1).

Kasus ini menjadi viral ketika Elianu Hia selaku orang tua Jeni Cahyani Hia, mengunggah surat pernyataan yang dibuatnya terkait kasus itu. Dia juga membagikan video berisi rekaman pertemuan dengan pihak sekolah.

Jeni membuat surat pernyataan yang juga ditandatangani oleh orang tuanya bahwa ia tidak bersedia memakai kerudung seperti yang digariskan oleh peraturan sekolah.

Orang tua Jeni juga membagikan video perbincangan antara perwakilan pihak sekolah di Facebook. Video itu ditanggapi oleh 3,6 ribu akun, dibagikan 3,4 ribu kali, dan mendapatkan 5,5 ribu komentar.

Video tersebut mendapatkan perhatian publik karena ada dugaan pemaksaan berpakaian muslim kepada siswi nonmuslim.

Rusmadi mengatakan siswi tersebut tetap bersekolah seperti biasa hingga kini.

"Tadi Jeni sekolah seperti biasa di sekolah. Kami berharap kesalahan, kekhilafan, kesimpangsiuran informasi di media sosial dapat kita selesaikan dengan semangat kebersamaan dan keberagaman," tutur Rusmadi.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Sesmawati