Netral English Netral Mandarin
12:42wib
Publik dihebohkan dengan ucapan selamat hari raya dari Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas kepada umat Baha'i. Video itu jadi sorotan karena Baha'i bukan salah satu dari enam agama yang diakui negara. Menaker Ida Fauziyah menyatakan karyawan dengan gaji di atas Rp 3,5 juta tetap bisa mendapatkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp 1 juta.
Soal Kartu Kredit Pejabat Pertamina, Ruhut: Ahok Sukses, Kadrun dan BSH Galau

Kamis, 17-Juni-2021 13:20

Politisi PDIP Ruhut Sitompul
Foto : Twitter
Politisi PDIP Ruhut Sitompul
5

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi PDIP Ruhut Sitompul menyindir pihak- pihak yang 'menyerang' Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) soal penghapusan fasilitas kartu kredit bagi pejabat Pertamina.

Menurut Ruhut, kesuksesan Ahok mengangkat citra Pertamina membuat barisan sakit hati (BSH) dan para 'kadrun' galau. Ruhut juga menyebut BSH dan dan kadrun seharusnya malu melihat prestasi Ahok.

"Pada galau nie BSH kadrun-kadrun, Ahok SUKSES sebagai Komisaris Utama mengangkat Citra Pertamina. Sudalah mestinya kalian malu melihat Prestasi Ahok," tulis Ruhut di akun Twitternya, Kamis (17/6/2021).

Lebih lanjut, Ruhut menyinggung soal serangan terhadap Ahok di Pilkada DKI 2017 lalu dengan menggunakan isu SARA, fitnah dan ujaran kebencian hingga teror.

"Cukuplah SARA, Fitnah, Ujaran Kebencian dan Teror yang kalian lakukan menggagalkan Ahok kembali menjadi Gubernur DKI. MERDEKA," kata mantan petinggi Partai Demokrat itu.

Sebelumnya, Ahok mengungkapkan perusahaan menyetujui penghapusan fasilitas kartu kredit dewan direksi, komisaris, hingga manajer Pertamina. Penghapusan dilakukan untuk menghemat pengeluaran perusahaan.

Selain itu, Ahok menyebut fasilitas kartu kredit memiliki potensi penyalahgunaan yang besar dan pemakaiannya bisa tidak tepat sasaran. Ahok juga mengatakan kalau fasilitas kartu kredit tidak memiliki dampak untuk memajukan kinerja perusahaan.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli