Netral English Netral Mandarin
14:42wib
Komut PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama mengungkap selain menghapus fasilitas kartu kredit bagi direksi, komisaris, dan manajer, juga menghapus fasilitas uang representatif. Terdakwa kasus tes usap palsu RS Ummi Bogor, Rizieq Shihab, akan membacakan duplik pagi ini di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.
Soal Kebakaran Kilang Minyak Balongan, Ahok Tuding Ada Kebocoran Tangki

Sabtu, 03-April-2021 08:25

Kebakaran di kilang minyak Balongan, Indramayu.
Foto : Istimewa
Kebakaran di kilang minyak Balongan, Indramayu.
29

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyatakan salah satu penyebab kebakaran Kilang Balongan di Indramayu, Jawa Barat adalah kebocoran tangki. Saat ini, perusahaan masih mengecek lebih lanjut penyebab kebocoran tangki.

Ahok mengaku belum tahu alasan mengapa pengamanan kebocoran tangki terlambat dilakukan. Investigasi saat ini masih terus dilakukan.

"Yang pasti tangki bocor, yang belum terjawab kenapa bocor pengamanan terlambat," ungkap Ahok dinukil dari CNN Indonesia.

Eks Gubernur DKI Jakarta itu menyebut bahwa bukan hanya Pertamina yang melakukan investigasi. Dalam hal ini, kepolisian juga ikut mencari tahu penyebab kebakaran Kilang Balongan.

Sebagai informasi, kebakaran Kilang Balongan terjadi pada Senin (29/3) lalu. Api baru padam pada Rabu (31/3) dini hari.

Namun, pada Jumat (2/4), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat menyatakan, dua titik api yang berada di tangki T 301 F dan T T301 G sempat kembali menyala.

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Jabar Hadi Rahmat mengatakan, pada Kamis (1/4) pukul 20.30 WIB, tangki T 301 F yang pada sore hari sudah mulai mengecil belum bisa dipadamkan.

Sementara tangki T 301 G yang pada Rabu (31/3) lalu sudah padam, malam tadi kembali mengeluarkan titik api.

"Sehingga masih ada 2 titik nyala api yang masih dalam upaya pemadaman," kata Hadi dalam keterangan tertulis pada Jumat (2/4).

Kebakaran ini menyebabkan 30 orang mengalami luka ringan. Lalu, enam orang mengalami luka berat dan 932 warga mengungsi.

 

Reporter : Widita Fembrian
Editor : Widita Fembrian