Netral English Netral Mandarin
19:56wib
Putri salah satu pendiri Microsoft, Bill Gates yakni Jennifer Gates, sudah resmi menikah dengan pacarnya. Ia menikah dengan pria muslim dari Mesir bernama Nayel Nassar. Tim bulu tangkis putri China menjadi juara Piala Uber 2020 setelah mengalahkan Jepang pada final yang berlangsung di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Minggu (17/10/2021) dini hari WIB.
Soal Kebakaran Lapas Tangerang, Pakar: Harus Ada Pertanggungjawaban Hukum

Rabu, 08-September-2021 22:20

Suparji Ahmad
Foto : Istimewa
Suparji Ahmad
16

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pakar Hukum Pidana, Suparji Ahmad menyoroti kebakaran yang terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas I Tangerang yang merenggut puluhan nyawa narapidana.

"Saya mengucapkan duka cita yang mendalam atas peristiwa nahas tersebut," kata Suparji dalam keterangan persnya, Rabu (8/9/2021).

Suparji meminta pihak kepolisian mengusut tuntas penyebab kebakaran Lapas Kelas I Tangerang karena akibat dari insiden tersebut sangat serius. 

"Peristiwa ini harus diusut tuntas secepat dan setepat mungkin sebabnya, karena akibat dari kebakaran sangat serius," ujar akademisi Universitas Al-Azhar Indonesia ini.

Peristiwa itu, lanjut Suparji, tak bisa dilepaskan dari pertanggungjawaban hukum. Ia menegaskan, perlu ditelusuri secara mendalam siapa bertanggungjawab atas hilangnya 41 nyawa warga binaan.

"Kita berharap jangan sampai misalnya hanya berhenti pada konsleting listrik. Karena jika melihat info, para korban terjebak di dalam sel sehingga tak bisa menyelamatkan diri," ungkapnya.

Para pihak yang terkait dengan peristiwa itu, tambah Suparji, bisa diperiksa menggunakan Pasal 359 KUHP tentang kelalaian menyebabkan kematian.

"Maka bisa dicek, siapa yang pada saat kejadian bertugas menjaga sel tersebut. Kenapa bisa tidak sempat membuka? Kemana penjaga saat kebakaran berlangsung?," tanya Suparji.

Perihal pencopotan Kalapas, Suparji berpendapat hal tersebut dimungkinkan karena korban dari kejadian ini terlalu fatal dan itu sebagai bentuk pertanggungjawaban Kalapas.

"Yang terpenting saat ini pengungkapan sebab kejadian. Jika ditemukan sebabnya dan menyangkut 359 KUHP maka semua pihak terkait harus mempertanggungjawabkan perbuatannya," tandasnya.

Lebih jauh, Suparji menyebut bahwa peristiwa tragis ini harus dijadikan momentum untuk perbaikan tata kelola lapas sehingga kejadian serupa tidak terulang lagi.

Sebelumnya diberitakan, api melalap Lapas Kelas I Tangerang pada Rabu (8/9/2021) sekitar pukul 1.45 WIB dini hari tadi. Kebakaran terjadi di Blok C2 yang dihuni oleh 122 warga binaan. Akibat insiden itu, 41 orang meninggal dunia, delapan orang luka berat, dan 73 lainnya luka ringan.

"Penyebab kebakaran, dugaan awal akibat hubungan pendek arus listrik (korsleting), kepastian penyebab masih dilakukan penyelidikan," ujar Kepala Bagian Humas dan Protokol Ditjen Pemasyarakatan Rika Aprianti, melalui keterangan persnya, Rabu.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wahyu Praditya P