Netral English Netral Mandarin
23:33wib
Ahli patologi klinis Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Tonang Dwi Ardyanto menduga bahwa varian Omicron sudah masuk Indonesia. Sebanyak 10.000 buruh akan menggelar aksi unjuk rasa di tiga tempat, yakni Istana Kepresidenan, Mahkamah Konstitusi, dan Balai Kota DKI Jakarta, hari ini.
Soal Kemenag Hadiah untuk NU, Fadli Zon Usul Menag Yaqut Cholil Segera Dicopot!

Rabu, 27-Oktober-2021 11:50

Istimewa
Foto : Fadli Zon
Istimewa
12

 Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengusulkan agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera mencopot Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas.

Usulan itu disampaikan Fadli dalam mengomentari klarifikasi Yaqut Cholil soal pernyataannya yang menyebut Kementerian Agama (Kemenag) hadiah negara untuk Nahdlatul Ulama (NU).

Adapun Menag dalam klarifikasinya menjelaskan bahwa pernyataannya itu disampaikan dalam sebuah forum internal dan tujuannya untuk memberikan motivasi serta menyemangati para santri dan pondok pesantren.

"Menteri kayak gini dicopot segera saja," tulis Fadli di akun Twitter-nya, dikutip netralnews.com Rabu (27/10/2021).

Anggota Komisi I DPR itu juga mempertanyakan legacy yang bakal ditinggalkan Yaqut di Kemenag.

"Legacy apa yang mau ditinggalkan di Kementerian agama?" sentil Fadli Zon.

Sebelumnya, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas angkat bicara menanggapi polemik soal pernyataannya yang menyebut Kemenag hadiah untuk NU.

Menag menegaskan, pernyataannya itu disampaikan dalam forum internal keluarga besar NU. Tujuannya, lebih untuk memotivasi para santri dan pesantren.

“Itu saya sampaikan di forum internal. Intinya, sebatas memberi semangat kepada para santri dan pondok pesantren. Ibarat obrolan pasangan suami-istri, dunia ini milik kita berdua, yang lain cuma ngekos, karena itu disampaikan secara internal,” kata Menag dalam keterangannya, Senin (25/10/2021). 

“Memberi semangat itu wajar. Itu forum internal. Dan memang saya juga tidak tahu sampai keluar lalu digoreng ke publik. Itu forum internal, konteksnya untuk menyemangati,” sambungnya.

Menag juga memastikan bahwa Kemenag tidak diperuntukkan hanya untuk NU. Buktinya, kata Menag, Kementerian Agama memberikan afirmasi kepada semua agama.

“Semuanya diberikan hak secara proporsional. Ormas juga tidak hanya NU saja,” ungkap Yaqut.

“Bahkan di Kemenag ada Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, itu kader Muhammadiyah. Ada juga Irjen Kemenag yang bukan dari NU,” jelasnya.

Menag menambahkan, karakter dasar dan jatidiri NU adalah terbuka dan inklusif. NU hadir untuk memberikan dirinya bagi kepentingan dan maslahat yang lebih besar. “Karena keterbukaan dan mengedepankan kemaslahatan itu sifat dasar NU,” pungkas Yaqut.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wahyu Praditya P

Berita Terkait

Berita Rekomendasi