Netral English Netral Mandarin
11:13wib
Pemerintah akan mengubah tata laksana penggunaan obat untuk para pasien Covid-19 guna mengantisipasi virus corona varian Delta berdasarkan usulan lima organisasi profesi kedokteran. Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di sejumlah wilayah kabupaten/kota tertentu mulai 3 hingga 9 Agustus 2021.
Soal Kerumunan BTS Mela, HF: Maafin Nggak? Maafin Nggak? Ya Maafin Lah, Masa Nggak... Kecuali Kerumunan Habibana, Itu Beda Cerita

Sabtu, 12-Juni-2021 17:45

Aktivis Dakwah Hilmi Firdausi
Foto : Twitter
Aktivis Dakwah Hilmi Firdausi
4

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Aktivis Dakwah Hilmi Firdausi (HF) ikut berkomentar soal kerumunan gerai McDonald’s (McD) yang diduga telah melakukan pelanggaran protokol kesehatan dengan menimbulkan kerumunan massa saat promo penjualan snack BTS Meal.

Di mana kerumunan itu terjadi di hampir semua gerai McD sehingga pihak manajemen restoran pun dipanggil Polda Metro Jaya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengatakan pihaknya telah memanggilmanajemen restoran dan mereka menyatakan minta maaf dan akan memperbaiki sistem yang ada.

"Diklarifikasi untuk ke Polsek dan Polres, mereka (manajemen) sudah minta maaf akan memperbaiki sistem yang ada," ujar Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (10/6/2021).

Yusri mengatakan kasus kerumunan di beberapa gerai McD di wilayah hukum PMJ, pihak kepolisian bersama Satpol PP dan TNI mengutamakan langkah pencegahan atau preventif.

Dalam pemanggilan itu, dia melanjutkan, pihak McD berjanji akan memperbaiki sistem terkait penjualan BTS Meal.

"Mereka minta maaf dan akan memperbaiki sistem untuk tidak terjadi kerumunan seperti kemarin," katanya.

Terkait itu Hilmi pun membandingkan dengan kerumunan mantan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) yang berujung penjara. Seperti diketahui Hilmi menyebut HRS dengan sebutan Habibina.

"Maafin nggak ? Maafin nggak ? Ya maafin lah, masa nggak...kecuali kerumunan Habibana, itu beda cerita," tulis Hilmi di akun Twitternya, Sabtu (12/6/2021).

Cuitan Hilmi pun direspon berbagai komentar pro dan kontra oleh netizen. Berikut rangkuman komentar netizen yang terpantau Netralnews.com, Sabtu (12/6/2021).

@RepublikIni: Sangat Naif , kalau hukum dipilih dan dipilah.Orang orang yg tdk adil dan amanah makin byk. Mereka mempertahankan apa yg mereka keluarkan tiap pagi. Jadi aparat hukum makimal usia 65, selebihnya kalian akan menepi dipinggiran.

@ombowi: Ya Alloh lindungi habibana dan keluarganya dari niat2 jahad org2 yg membencinya

@s_wae: Biarkan mereka memupuk kedzaliman buat bekal kelak mereka ke neraka. Masa iya mereka akan hidup terus dan berkuasa

@HHermafaizha: Enak yaaa bs maaf2an...   Serasa lebaran. Ada THR nya jg gak tuhhhh

@jlnkesurga: Makin jelas pemimpin sedang memainkan kekuasaannya yg kecil itu.... Allah Yang Maha Kuasa  atas segala-galanya saja sangat adil  pada hamba hambanya...

Reporter : Sesmawati
Editor : Sulha Handayani