Netral English Netral Mandarin
11:22wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Soal Kerumunan di NTT, Novel PA 212: Tangkap Jokowi atau Kapolri Mundur

Jumat, 26-Februari-2021 16:20

Presiden Joko Widodo.
Foto : Setkab
Presiden Joko Widodo.
19

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin bereaksi keras atas kerumunan yang terjadi saat kunjungan kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Maumere, NTT, beberapa hari lalu.

Novel mendesak aparat kepolisian memproses hukum Presiden Jokowi karena kerumunan yang terjadi di Maumere itu merupakan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) Covid-19.

"Polisi segera untuk memproses hukum Jokowi serta semua yang terlibat dlm kerumunan itu karena sangat jelas pelanggarannya," kata Novel kepada netralnews.com, Kamis (25/2/2021).

Menurutnya, jika polisi tidak berani memproses hukum Presiden Jokowi, maka sebaiknya Jenderal Listyo Sigit Prabowo melepas jabatannya sebagai Kapolri.

"Kalau Polri tidak bernyali untuk menangkap Jokowi maka kapolri wajib untuk mengundurkan diri," tegas Novel.

Sebelumnya, video Presiden Jokowi disambut oleh kerumunan warga saat kunjungan kerja ke Maumere, NTT, Selasa (23/2/2021), viral di media sosial. Dalam video itu terlihat warga mengerubungi rombongan mobil kepresidenan tanpa menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Sementara Presiden Jokowi di atas mobil melambaikan tangan hingga melemparkan souvenir ke arah warga yang terlihat berdesak-desakan. Presiden juga tampak mengingatkan warga untuk menggunakan masker.

Terkait hal itu, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin mengatakan, kerumunan tersebut merupakan bentuk spontanitas dan antusiasme warga Maumere menyambut kedatangan Jokowi. Ia mengklaim tidak ada niatan presiden membuat kerumunan.

"Dan kebetulan mobil yang digunakan Presiden atapnya dapat dibuka, sehingga Presiden dapat menyapa masyarakat, sekaligus mengingatkan penggunaan masker. Karena kalau diperhatikan, dalam video tampak saat menyapa pun Presiden mengingatkan warga untuk menggunakan masker dengan menunjukkan masker yang digunakannya," kata Bey kepada wartawan, Selasa (23/2/2021).

Soal suvenir yang dibagikan Jokowi, menurut Bey, itu juga terjadi secara spontanitas sebagai bentuk penghargaan presiden terhadap antusiasme masyarakat. Ia pun kembali menegaskan bahwa Presiden tetap mengingatkan warga untuk menaati protokol kesehatan. "Suvenirnya itu buku, kaos, dan masker. Tapi poinnya, presiden tetap mengingatkan warga tetap taati protokol kesehatan," jelasnya. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Widita Fembrian