Netral English Netral Mandarin
14:29wib
Amerika Serikat mengimbau warganya untuk tidak bepergian ke Indonesia karena angka penularan infeksi virus corona (Covid-19) yang dinilai tinggi dan kemungkinan adanya serangan teror. Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di RSD Wisma Atlet mulai mengalami peningkatan pada 3-4 pekan pasca-Lebaran. BOR RS sudah mencapai 75,19 persen.
Soal KLB Demokrat, Ruhut Tertawa: Pada Kebakaran Jenggot, Jangan Nembak Kanan Kiri Nanti Stres

Senin, 08-Maret-2021 13:45

Politikus Ruhut Sitompul
Foto : Bisnis
Politikus Ruhut Sitompul
22

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi PDIP Ruhut Sitompul ikut mengomentari kisruh di Partai Demokrat pasca-Kongres Luar Biasa (KLB) yang menetapkan Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

Ruhut mengatakan, banyak pihak yang sebelumnya menganggap bahwa tidak mungkin ada KLB Demokrat. Nyatanya, KLB digelar di Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) pada Jumat (5/3/2021).

"Inilah politik membuktikan 2+2= tidak selalu 4, bisa 7,8 atau 9. Karena itu apa yang terjadi, KLB Partai Demokrat di Kampung Aku Sumatera Utara. (sebelumnya) Banyak mengatakan tidak mungkin ada KLB, faktanya Ada,” tulis Ruhut di akun Twitternya, Senin (8/3/2021).

Pada cuitan lainnya, Ruhut menertawai reaksi pihak-pihak yang menyebut KLB Demokrat itu abal-abal, bodong atau sekedar lucu-lucuan. Ia menyebut mereka kebakaran jenggot.

Ruhut lantas menyarankan agar pihak-pihak tersebut tidak membabi buta menyerang dan menyeret pihak lain yang tak tahu menahu soal KLB itu ke dalam konflik internal Demokrat.

"Masih sekitar KLB Partai Demokrat, ada yang mengatakan abal-abal, lucu-lucuan, macam-macamlah, pada kebakaran jenggot, ha ha ha kelamaan bergaul dengan kadrun sich," cuit @ruhutsitompul, dikutip netralnews.com, Senin (7/3/2021).

"Ya sudah tunggu saja hasil akhirnya, tapi tolong jangan nembak kanan kiri muka belakang atas bawah nanti stresssssss. MERDEKA," kata mantan petinggi Partai Demokrat itu.

Sebelumnya, Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3/2021), menetapkan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat periode 2021-2025.

Kongres tersebut digagas sejumlah kader senior Demokrat yang dipecat oleh DPP Demokrat pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Digelarnya KLB dan penetapan Moeldoko sebagai ketum, mendapat reaksi keras  dari Partai Demokrat yang dipimpin AHY. Para kader Demokrat memprotes, mengkritik dan menolak hasil KLB tersebut. Mereka juga menuding kongres itu ilegal, abal-abal hingga kongres bodong.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati