Netral English Netral Mandarin
banner paskah
12:58wib
Pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro. Kebijakan ini diperpanjang selama 14 hari, terhitung sejak 20 April. Komite Eksekutif UEFA meresmikan format baru untuk kompetisi Liga Champions yang akan mulai digunakan pada musim 2024/2025.
Soal Manuver Moeldoko di Demokrat, Tengku Zul: Bosnya di Istana Aja Diam Bae

Senin, 08-Maret-2021 11:40

Mantan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia MUI, Tengku Zulkarnain
Foto : Media Indonesia
Mantan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia MUI, Tengku Zulkarnain
28

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mantan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain menyindir Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko yang menjadi Ketua Umum Partai Demokrat (PD) versi Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara. 

Sindiran kepada Moeldoko itu dibuat Tengku Zulkarnain dalam bentuk dialog antara Adul dan Giran di akun Twitternya. Dalam dialog itu, Tengku juga menyentil 'bos istana' yang diam terhadap manuver Moeldoko mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat. 

"Adul:" Kepala Staf Kepresidenan digaji besar pakai uang rakyat, bukan pakai uang istana atau penguasa. Mestinya dia kerja buat kesejahteraan rakyat. Terus dia ambil Partai Demokrat itu manfaatnya buat rakyat apa?" tulis Tengku Zul, Senin (8/3/2021). 

"Giran:"Qh Lu tanya Gue. Lha Bosnya di istana aja diem bae, Dul", sentil @ustadtengkuzul.

Diketahui, KLB Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3/2021) yang diprakarsai oleh sejumlah kader yang telah dipecat Partai Demokrat, menetapkan Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat periode 2021-2025. 

"Memutuskan, menetapkan Jenderal (Purn) Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat periode 2021-2025. Setuju?," tanya pimpinan rapat, Johnny Allen Marbun yang dijawab 'setuju' oleh peserta KLB. 

Dalam KLB itu, juga diputuskan bahwa kepengurusan Partai Demokrat yang diketuai Agus Harimurti Yudhoyono dinyatakan demisioner. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati