Netral English Netral Mandarin
03:21wib
Presiden Joko Widodo mengatakan, kondisi dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian dan persoalan yang lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Sistem perawatan kesehatan Singapura terancam kewalahan menghadapi lonjakan covid-19.
Soal Muhammad Kace, Abu Janda Singgung Kasus Ustaz Abdul Somad

Selasa, 24-Agustus-2021 22:20

Abu Janda
Foto : Istimewa
Abu Janda
31

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda mengomentari kasus dugaan penistaan agama Islam YouTuber Muhammad Kace alias Muhammad Kece.

"Banyak yang minta saya komentar tentang Muhammad Kece yang menistakan agama Islam," tulis Abu Janda di akun Instagramnya, seperti dilihat netralnews.com, Selasa (24/8/2021).

Dalam komentarnya, Abu Janda menyayangkan proses hukum terhadap kasus penodaan agama yang sering mendapat tekanan publik.

Menurutnya, jika agama Islam yang diduga dinistakan, maka banyak pihak mendesak aparat untuk segera memproses hukum pelaku.

"Intinya saya menyayangkan di negeri ini bapak-bapak penegak hukum sering mendapat tekanan publik untuk memproses penodaan agama Islam," kata Abu Janda.

Namun, lanjut Abu Janda, kalau ada muslim yang diduga menistakan agama lain, maka aparat mendapat tekanan publik untuk tidak memproses hukum oknum tersebut.

"Sebaliknya penodaan terhadap agama non Islam, aparat malah mendapat tekanan publik untuk tidak memproses," ujar @permadiaktivis2.

"Misal: diancam demo berjilid-jilid jika memproses hukum seorang ulama, padahal ulamanya jelas-jelas menista agama lain," sambungnya.

Sebagai contoh, Abu Janda menyinggung kasus Ustaz Abdul Somad (UAS) yang sudah beberapa kali dipolisikan atas dugaan penistaan agama.

Menurutnya, hingga kini kasus tersebut tidak ditindaklanjuti aparat karena dikhawatirkan akan terjadi kegaduhan kalau UAS diproses hukum.

"Misal: kasus Abdul Somad yang dilaporkan karena menistakan agama Kristen.. tidak lanjut karena riskan kegaduhan jika diproses," ungkap Abu Janda.

Karenanya, Abu Janda menilai bahwa pasal penodaan agama hanya dipakai untuk menjerat pihak yang diduga menistakan agama Islam.

"Jadi menurut saya, pasal penodaan agama di Republik ini CACAD karena sering hanya dipakai untuk mengejar penista agama islam saja," pungkasnya.

 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wahyu Praditya P