Netral English Netral Mandarin
02:28wib
Pemerintah Indonesia kritik Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang luput menyoroti kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di negara-negara maju. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin pada Sabtu (25/9/2021) dini hari.
Soal Nakes Undur Diri Saat Pandemi, DPR: Prioritas Pembayaran Insentif Mereka, Bayar Tepat Waktu...

Sabtu, 17-Juli-2021 18:15

Wakil Ketua Komisi VI DPR, Gde Sumarjaya Linggih
Foto : DPR
Wakil Ketua Komisi VI DPR, Gde Sumarjaya Linggih
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wakil Ketua Komisi VI DPR, Gde Sumarjaya Linggih alias Demer memandang perlu perhatian lebih terkait pembayaran insentif kepada tenaga kesehatan (nakes) yang bekerja di garda terdepan penanganan pasien Covid-19.

Demer menilai, beban kerja yang ditanggung oleh nakes di masa pandemi Covid-19 ini amatlah berat. Belum lagi mereka harus menanggung resiko terpapar covid baik pada diri mereka atau bagi keluarga yang berinteraksi dengan mereka di rumah.

Hal tersebut disampaikan Demer menanggapi pemberitaan soal pengunduran diri sejumlah nakes sebagaimana disampaikan oleh Ketua Dokter Indonesia Bersatu (DIB), Eva Sri Diana Chaniago.

“Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Tanpa bermaksud mengesampingkan prosedur dan aturan main, seharusnya insentif untuk tenaga kesehatan bisa diprioritaskan. Bayarkan tepat waktu. Bahkan jumlahnya mesti ditingkatkan. Dan tentu ini tidak sebanding dengan pengorbanan dan resiko yang nakes hadapi,” kata Demer, Jumat (16/7/2021).

Selain memperhatikan insentif untuk nakes, Demer juga mengingatkan agar pemerintah segera menyelesaikan tunggakan kepada sejumlah rumah sakit yang memberikan layanan kepada pasein Covid-19.

Ia berharap, kedua hal ini menjadi fokus dan prioritas pemerintah. Nakes dan Rumah Sakit adalah dua hal yang sangat vital dalam penanganan pasien covid-19. Ini sangat menentukan dalam peningkatan angka kesembuhan.

Menurutnya, selain rendahnya tingkat penularan, tingginya angka kesembuhan adalah sebagai indikator keberhasilan kita dalam menghadapi pandemi covid-19.

Politisi senior Partai Golkar ini memandang, tantangan yang kita hadapi akibat pandemi covid-19 ini amatlah berat. Seluruh sektor kehidupan kita, lebih-lebih sektor ekonomi mengalami kemerosotan.

Oleh sebab itu, Demer miminta seluruh elemen masyarakat berperan aktif dalam upaya keluar dari tantangan ini.  Berikan kesempatan kepada pemerintah untuk bekekerja dan rakyat patuh terhadap apa yang sedang diprogramkan oleh pemerintah.

“Ibarat kapal yang mengalami kebocoran di tengah laut lepas, kerjasama seluruh nahkoda dan penumpang yang terpimpin menjadi kunci keberhasilan kita keluar dari ujian ini. Bila itu telah terjadi, niscaya kesehatan masyarakat akan pulih dan perekonomian akan bangkit kembali,” pungkas Demer.

Sebelumnya, Ketua Dokter Indonesia Bersatu, Eva Sri Diana Chaniago mengungkapkan bahwa sejumlah tenaga kesehatan (nakes) resign (mengundurkan diri) dari pekerjaan di tengah lonjakan kasus Covid-19. Ia menyebut para nakes itu mundur karena beban kerja dirasa berat dan insentif penanganan pandemi yang dijanjikan pemerintah belum cair.

"Nakes berkurang akibat ada yang wafat, isoman (karena positif Covid), dirawat, bahkan banyak juga yang resign. Semua berkenaan karena Covid," kata Eva, Jumat (16/7/2021), seperti dilansir dari CNNIndonesia.com.

Selain itu, ada beberapa alasan pribadi lain untuk resign seperti dilarang keluarga hingga nakes yang ingin melanjutkan studi. "Saya kira alasan resign yang utama karena pendapatan tidak sebanding dengan beban kerja. Belum lagi ketakutan akan kematian tapi mungkin itu masih di bawah beban kerja ya," ujar Eva. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati