Netral English Netral Mandarin
banner paskah
13:41wib
Pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro. Kebijakan ini diperpanjang selama 14 hari, terhitung sejak 20 April. Komite Eksekutif UEFA meresmikan format baru untuk kompetisi Liga Champions yang akan mulai digunakan pada musim 2024/2025.
Soal Pencabutan Perpres Investasi Miras, TG: Tak ada Hubungan dengan Halal Haram

Kamis, 04-Maret-2021 11:09

Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi
Foto :
Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi
43

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Teddy Gusnaidi menyoroti pencubutan aturan mengenai investasi industri minuman keras dalam lampiran Perpres No 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.

Menurut Teddy, pencabutan lampiran lampiran investasi minuman keras tak terkait dengan persoalan halal atau haram.

Dirinya menyayangkan banyak yang salah memahami seolah-olah pencabutan terjadi karena urusan agama.

"Pencabutan lampiran III utk penanaman modal BARU pada industri minuman keras di Perpres 10 thn 2021, sama sekali tdk ada hubungannya dgn persoalan halal haram," kata Teddy dalam akun Twitternya.

"Banyak yang salah kaprah, seolah-olah pencabutan tersebut terjadi karena urusan agama. Ini yang harus dipahami ya," lanjutnya.

Ia pun sempat mengatakan, urusan minuman keras, tak perlu menggunakan fatwa, karena sudah jelas dalam Islam minuman keras tersebut haram.

"Makanya saya sempat mengatakan, bahwa kalau meminum minuman keras, itu gak perlu pakai fatwa-fatwaan, karena sudah jelas di agama Islam itu haram," ujar dia.

Berbicara masalah Perpres nomor 10 tahun 2021 yang mengatur investasi minuman keras dirinya menyebut, hanya diperbolehkan di daerah tertentu saja. 

"Masalah di Perpres itu adalah mengatur bhw penanaman modal baru pada industri minuman keras hanya boleh di daerah tertentu saja," tuturnya.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sesmawati