Netral English Netral Mandarin
23:11wib
BMKG menyatakan gempa yang terus berlangsung di wilayah Ambarawa Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga merupakan jenis gempa swarm dan perlu diwaspadai. Sejumlah calon penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, mengeluhkan soal aplikasi PeduliLindungi serta harga tes PCR yang dinilai mahal.
Soal Pengangkatan Izedrik Emir Moeis sebagai Komisaris, Teddy Gusnaidi: Secara Aturan Hukum Tidak Melanggar

Rabu, 11-Agustus-2021 16:30

Mantan Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi
Foto : Twitter
Mantan Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi
46

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mantan Dewan Pakar Partai Persatuan dan Keadilan Teddy Gusnaidi (TG) mengomentari cuitan netizen dengan akun @ardiismee terkait pengangkatan Izedrik Emir Moeis, sebagai komisaris PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero)

Sebelumnya, politikus senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu divonis tiga tahun penjara terkait kasus proyek pembangunan PLTU, Tarahan, Lampung oleh Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Emir juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp150 juta, jika tidak dibayar maka harus diganti dengan tiga bulan penjara.

Dalam cuitannya @ardiismee mengatakan hanya di rezim Jokowi mantan koruptor bisa diangkat menjadi komisaris di perusahaan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Di rezim jokowi, eks koruptor bisa di angkat jadi komisaris di salah satu anak usaha milik BUMN," tulis @ardiismee.

Terkait hal itu Teddy pun membalas cuitan @ardiismee dan mengatakan kalau secara aturan pengangkatan Emir Moeis itu tidak melanggar hukum karena yang bersangkutan tidak pernah dihukum.

"Maksud anda Pak Emir Moeis? Secara aturan hukum tidak melanggar, karena tidak pernah dihukum (merugikan keuangan negara) dalam waktu lima tahun sebelum pencalonan," tulis Teddy di akun Twitternya, Rabu (11/8/2021).

Di akhir cuitannya Teddy heran dengan pihak-pihak yang mempermasalahkan pengangkatan Emir Moeis itu."Lalu masalahnya dimana?," ujarnya.

Reporter : Sesmawati
Editor : Sulha Handayani