Netral English Netral Mandarin
01:27wib
Lebih dari 4.300 orang telah meninggal dunia akibat "jamur hitam" di India yang umumnya menyerang pasien-pasien Covid-19. Gojek, Grab, dan ShopeeFood membantah terlibat dalam seruan aksi demo nasinonal Jokowi End Game yang berlangsung hari ini.
Soal Penilaian Krisis COVID-19, Gubernur Sumut: Kota Medan Seharusnya di Level Tiga

Jumat, 09-Juli-2021 01:18

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi (kanan) dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut Irman Oemar.
Foto : Diskominfo Sumut
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi (kanan) dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut Irman Oemar.
3

MEDAN, NETRALNEWS.COM - Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi, menegaskan bahwa status Kota Medan tidak termasuk kategori level empat, melainkan di level tiga dalam penilaian krisis COVID-19.

"Setelah saya pelajari, Kota Medan sebenarnya tidak di level empat. Seharusnya di level tiga," ucap Edy didampingi Wali Kota Medan Bobby Nasution di Medan, Kamis (8/7/2021).

Hal itu, terang Gubernur, sesuai Case Fatality Rate (CFR) atau jumlah kematian dan Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit rujukan pasien COVID-19 ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Edy mengatakan, pada awalnya Pemprov Sumut mendapat informasi bahwa BOR di Kota Medan 47 persen, namun ternyata cuma 41 persen.

"Kita pertahankan ini, kalau bisa diturunkan," ungkap Gubernur Sumut yang juga didengarkan oleh Wali Kota Medan karena berada di sampingnya.

Ia juga menyebutkan, hal ini harus disampaikan kepada publik, karena tindakan di setiap level berbeda. "Pemberlakuan kerja di kantor juga berbeda," terang Gubernur Edy.

Wali Kota Medan, Bobby Nasution, membenarkan, bahwa jumlah kematian maupun tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit pasien COVID-19 masih di bawah level empat yang ditetapkan WHO.

"Case Fatality Rate kita masih 3,1 persen. Sedangkan BOR kita 41 persen untuk isolasi, dan 37 persen untuk ICU," kata Bobby.

Reporter : Antara
Editor : Sesmawati