3
Netral English Netral Mandarin
06:08 wib
Indonesia Corruption Watch (ICW) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri dugaan korupsi Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah dalam sejumlah proyek infrastruktur lainnya di Sulsel. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan program vaksinasi mandiri atau gotong royong tidak ditujukan untuk komersil.
Soal Pernyataan Anies Tak Pernah Bangun Apa-apa, FH: Ini Fakta !

Sabtu, 06-Februari-2021 11:35

Ferdinand Hutahaean.
Foto : Twitter
Ferdinand Hutahaean.
0

JAKARTA, METRALNEWS.COM - Eks politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahean menegaskan pernyataannya soal Gubernur DKI Anies Baswedan tak pernah bangun apa-apa adalah fakta.

Hal tersebut dikatakan Ferdinand Hutahean dalam cuitannya di Twitter. Ia pun meminta Anies untuk membantah jika memiliki fakta dan bukti jika telah membangun transportasi di Jakarta.

"Ini fakta..!! Silahkan dibantah jika punya fakta dan bukti bahwa Anies bangun sesuatu di bidang transportasi," kata Ferdinand Hutahean, dalam akun Twitternya.

"Harusnya mudah menjelaskannya utk membantah pernyataan saya, tinggal sebut apa yang dibangun Anies. Yg mudah sj tak bisa kan?," lanjut dia.

Sebelumnya Ferdinand Hutahaean menyindir Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang kembali menerima penghargaan di bidang transportasi.

Seperti diketahui, lembaga Transformative Urban Mobility Initiative (TUMI) memasukan nama Anies dalam jajaran organisasi transportasi dunia tahun 2021 atau 21 Heroes 2021 yang merupakan penghargaan bagi tokoh dunia yang berhasil di bidang transportasi.

Menurut Ferdinand, penghargaan yang diterima Anies itu merupakan hasil kerja gubernur terdahulu. Pasalnya, lanjut Ferdinand, pengembangan berkelanjutan di Jakarta dilakukan di era Gubernur Sutiyoso hingga era Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Sementara Anies, Ferdinand menyebut selama menjadi Gubernur DKI Jakarta, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu belum membangun apa-apa di bidang transportasi.

Transportasi berkelanjutan di Jakarta itu dimulai dari Busway oleh Sutiyoso, LRT dan MRT era Jokowi Ahok dan bus / transportasi pengumpan era Jokowi Ahok juga, ”tulis Ferdinand di akun Twitter-nya, Jumat (5/2/2021).

"Dan atas laporan Pemprov DKI Jakarta menerima penghargaan dari TUMI diwakili Anies sebagai Gubernur. Anies tak bangun apa-apa," cuit @ FerdinandHaean3.

Karenanya, Ferdinand berpendapat, Anies seharusnya malu memamerkan penghargaan tersebut. Ia lantas melontarkan sindiran dengan ucapan Anies cuma jago mewarnai, sehingga penghargaan yang tepat buat Anies adalah di bidang mewarnai.

"Nies, kamu dan pendukungmu yang malu banggain menerima penghargaan soal transportasi Jakarta sementara kamu membangun apa-apa soal transportasi?" kata Ferdinand.

"Jakarta tau kamu cuma jago mewarnai, tapi kenapa belum terima penghargaan mewarnai? (Emoji tertawa)," sindir @ FerdinandHaean3.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan masuk dalamdalam daftar pahlawan transportasi dunia tahun 2021 atau 21 Heroes 2021 versi Transformative Urban Mobility Initiative (TUMI).

Atas penghargaan itu, Gubernur Anies mengucap syukur dan menyatakan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan berbagai pihak.

"Alhamdulillah, terpilih sebagai salah satu" pahlawan "dalam # 21Heroes2021 oleh lembaga internasional Transformative Urban Mobility Initiative (TUMI)," tulis Anies di akun Instagramnya, Jumat (5/2/2021).

Pencapaian ini adalah hasil kolaborasi dengan berbagai pihak, kami dari awal membuka kesempatan seluas-luasnya bagi publik untuk terlibat dalam perencanaan pembangunan sistem transportasi, "sambungnya.

Anies mengatakan, Jakarta telah mengalami peningkatan signifikan dalam segi transportasi umum massal bahkan selama pandemi Covid-19.

"Jakarta berhasil mentransformasi sistem angkutan umum bersama yang nyaman dan inklusif untuk semua, salah satunya adalah Integrasi Bus Rapid Transit ke dalam sistem JakLingko. Juga Integrasi halte dengan stasiun komuter atau Moda Raya Terpadu (MRT), sekaligus pengembangan bus listrik untuk operasional transportasi umum massal, " ungkapnya.

Pemprov DKI Jakarta, lanjut Anies, juga telah berhasil mengubah paradigma prioritas sarana transportasi, di mana jalan untuk menjadi prioritas pembangunan, kendaraan bebas emisi (sepeda), transportasi umum massal dan terakhir kendaraan pribadi. Dengan paradigma tersebut Pemprov DKI melakukan revitalisasi trotoar dan pembuatan 63 kilometer jalur sepeda. Bahkan berkat transformasi tersebut Pemprov DKI juga telah diganjar STA Award 2020.

"Pahlawan sebenarnya adalah ribuan orang yang bekerja setiap hari untuk integrasi transportasi Jakarta, lalu ada jutaan warga yang ikut menyukseskan dengan berjalan kaki, bersepeda dan menggunakan transportasi publik. Pengakuan ini adalah buat Kita semua," pungkasnya.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sulha Handayani