Netral English Netral Mandarin
19:26wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
Soal Pernyataan Giring, Zita: Warga Jakarta Tak Mempan Digiring Opini Liar Tanpa Dasar

Senin, 27-September-2021 06:30

Wakil Ketua DPRD DKI, Zita Anjani
Foto : Istimewa
Wakil Ketua DPRD DKI, Zita Anjani
15

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani mengkritik keras elit partai politik (Parpol) yang menyerang Gubernur Anies Baswedan, namun tanpa data, fakta, dan argumentasi yang beretika.

Hal itu disampaikan terkait pernyataan Plt Ketua Umum PSI Giring Ganesha yang juga disebarkan melalui media sosial, yang mengingatkan publik agar jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan Anies, karena Anies seorang pembohong.

“Hari-hari ini semakin terasa di Indonesia, khususnya Ibukota, (karena) demokrasi kita patokannya “menang”, bukan lagi value atau nilai. Akhirnya, saling menjatuhkan, bukan lagi memberi sesuatu yang bermanfaat untuk rakyat,” kata Zita melalui siaran tertulisnya.

Karena alasan itu, politisi PAN ini pun mengaku tidak kaget kalau melihat elit Parpol menyerang Gubernur Anies Baswedan tanpa argumentasi, data dan etika sopan santun dalam berbicara.

“Di DKI gak cocok kalau terlalu intoleran.. Contoh, vaksinasi di DKI itu hampir 100% loh. Itu perlu diapresiasi. Artinya, program dari Gubernur ini kan diterima dengan baik oleh semua lapisan masyarakat,” ia mengingatkan.

Zita menegaskan, kalau mau diulas, terlalu banyak prestasi Anies, baik di tingkat nasional hingga internasional, dan warga Jakarta tidak buta soal itu, sehingga sudah tidak bisa di bodoh-bodohi, digiring dengan opini liar tanpa dasar.

“Kita semua bisa menilai, mana yang banyak bicara mana yang bekerja,” katanya.

Zita pun mengingatkan bahwa siapa pun boleh mengeritik Anies, karena dia termasuk orang yang paling keras mengkritik Gubernur Jakarta itu kalau ada yang salah.

“Tapi kalau mengkritik harus dengan data, fakta, dan argumentasi yang beretika. Sebagai elit, beri contoh yang baik untuk masyarakat,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Giring menuding Anies pembohong karena menurut dia, Anies hanya berpura-pura peduli kepada warga Jakarta. Padahal, apa yang dilakukan Anies hanya untuk memenuhi kepentingan egonya karena akan nyapres di 2024.

Giring menjadikan dua masalah yang dijadikan dasar pernyataannya itu, yakni penyelenggaraan Formula E yang telah menghabiskan anggaran Rp1 triliun, dan adanya pemberitaan tentang Anies yang meminta pemerintah pusat mengambil alih penanganan pandemi Covid-19 di Jakarta.

Soal Formula E, Giring menuding kalau saat warga Jakarta banyak yang sakit akibat pandemi Covid-19, meninggal dan bahkan kehilangan pekerjaan, Anies justru ngotot mau menggelar Formula E yang menghabiskan uang Rp1 triliun.

Giring juga mengeritik keras Anies karena pernah meminta pemerintah pusat agar menangani pandemi Covid-19 di Jakarta dengan alasan tak ada dana.

“Pura-pura peduli adalah kebohongan Gubernur Anies di tengah pandemi dan penderitaan rakyat. Rekam jejak pembohong ini harus kita ingat, sebagai bahan pertimbangan saat pemilihan presiden 2024. Jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan pembohong, jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan Anies Baswedan,” katanya.

Giring sama sekali tidak menyinggung tentang Kampung Susun Akuarium yang dibuat Anies untuk mambantu warga Kampung Akuarium yang digusur Ahok pada April 2016; tidak menyinggung program Rumah DP 0 Persen bagi warga Jakarta yang belum mempunyai rumah; tidak menyinggung kalau Anies lah gubernur yang paling terdepan dalam penanganan Covid, karena Jakarta merupakan provinsi pertama yang memiliki keterbukaan informasi tentang perkembangan Covid-19 melalui situs corona.jakarta.go.id; dan Jakarta pula yang pertama kali jumlah tes PCR-nya melalui standar WHO, serta lain sebagainya.

Soal pemberitaan bahwa Anies meminta pemerintah pusat mengambil alih penanganan pandemi Covid-19 di Jakarta, hal itu sebenarnya telah dibantah Anies pada 8 Februari 2021.

“Ingat waktu itu sempat ramai disebutkan Jakarta angkat tangan atau apa? Sama sekali bukan. Jakarta menginginkan pemerintah pusat agar memperhatikan penanganan Covid-19 di daerah penyangga, dan agar daerah-daerah itu juga meningkatkan kapasitas untuk perawatan,” kata Anies.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sulha Handayani